Cerita kisah Orang saleh dan pria pemabuk

17.12
Orang saleh dan pria pemabuk

Pada suatu ketika, nabi Musa akan menemui Allah di bukit Sinai. Seorang yang sangat saleh mengetahui hal tersebut dan mendatangi nabi Musa. Ia berkata, “Wahai nabi Allah, selama hidup ini saya telah berusaha menjadi orang yanga baik dengan shalat, puasa, haji dan kewajiban beragama lainnya. Saya banyak menderita karenanya, namun itu tak masalah. Saya hanya ingin tahu apa yang Allah akan berikan kepadaku nanti. Tolong tanyakan kepadaNya”

Nabi Musa menyanggupi permintaan salah satu orang saleh tersebut lalu meneruskan perjalanan menuju bukit Sinai. Di tengah perjalanan, beliau terhenti karena ada pemuda pemabuk di pinggir jalan. Pemuda itu bertanya akan kemana nabi Musa. Ketika nabi Musa menjawab akan bertemu Allah di bukit Sinai, pemabuk itu berkata:

“Aku adalah peminum, aku tidak pernah shalat, tidak puasa, atau amalan shaleh lainnya, tanyakan kepada Allah apa yang dipersiapkan untukku oleh-Nya nanti.”

Cerita kisah Orang saleh dan pria pemabuk











Nabi Musa menyanggupi permintaan yang cukup aneh tersebut untuk menyampaikannya kepada Allah. Sekembalinya dari Sinai, ia menyampaikan jawaban Allah untuk orang saleh tersebut. Allah memberikan pahala besar dan hal yang indah-indah. Si orang saleh tersebut menanggapi biasa saja dan ia mengatakan bahwa ia telah menduga hal tersebut. Sedangkan ketika bertemu si pemabuk, nabi Musa menyampaikan bahwa pemuda itu akan diberikan tempat yang paling buruk. Ketika mendengar ucapan nabi Musa, pemabuk itu berdiri dan justru menari-nari dengan riang gembira.

Nabi Musa pun heran, kenapa pemabuk itu justru gembira, padahal ia dijanjikan tempat yang paling buruk. Beliau bertanya kepada pemabuk itu, ada apa gerangan hingga segembira itu.

“Alhamdulillah. Saya tidak peduli tempat mana yang telah Tuhan persiapkan bagiku. Aku senang karena Tuhan masih ingat kepadaku. Aku pendosa yang hina-dina. Aku dikenal Tuhan! Aku kira tidak seorang pun yang mengenalku,” jawab pemabuk itu dengan rasa bahagia yang terpancar di wajahnya.

Namun setelah beberapa waktu, nasib keduanya pun berubah, justru orang yang saleh berada di neraka dan si pemabuk berada di surga. Nabi Musa yang takjub bertanya kepada Allah, demikian jawaban Allah.

“Orang yang pertama dengan segala amal salehnya tidak layak memperoleh anugerah-Ku karena anugerah tidak dapat dibeli dengan amal saleh. Orang kedua itu membuatKu senang karena ia senang dengan apapun yang Aku berikan kepadanya. Senangnya karena pemberian-Ku menyebabkan Aku senang kepadanya”

Dari cerita diatas, ada beberap hal yang bisa kita pahami. Bukan berarti seorang yang tidak taat beribadah bisa masuk surga, sama sekali bukan itu. Namun sikap bersyukurlah yang disukai oleh Allah. Selain itu sikap berpuas diri dan menganggap diri pantas menerima anugrah dari Allah justru dapat menjerumuskan kita kepada api neraka karena sama saja memperjualbelikan amal ibadah kita dengan balasan dari Allah. Demikian dalam suatu cerita pasti terkandung hikmah bagi orang-orang yang mau berpikir. (iwan)

Ridha Ilahi
Previous
Next Post »
0 Komentar