5 Pemain yang Pernah Memakai Nomor Keramat Persib Bandung

05.52
 Persib Bandung Makan Konate Adjat Sudradjat Persib
Persib Bandung
Persib Bandung gagal merekrut pemain asal Brasil Vitor Rodrigues Saba. Mantan pemain Brescia ini, sebelumnya membela tim asal Bahrain, Al-Muharraq SC.

Alasan terbesar Saba tidak memilih Persib, karena masalah keluarga. Istri Vitor Saba tengah mengandung dan ia lebih memilih klub yang dekat dengan keluarganya.

Terlepas dari itu, mantan pemain Western Sydney Wanderers ini, sebelumnya adalah kandidat terkuat memakai jersey keramat nomor 10.

Jika jadi bergabung dengan Persib Bandung, ini bakal jadi kehormatan buat Saba karena memakai nomor 10. Pasalnya, nomor punggung tersebut, tidak sembarangan diberikan kepada setiap pemain.

Kabarnya, pemain dengan jersey 10 harus memiliki keistimewaan. Legenda Persib Bandung, Adjat Sudrajat, yang pernah memakai nomor keramat pernah meminta manajemen tim agar menjaga kewibawaan nomor itu.

Nomor yang sering dikenakan pemain ini, biasanya menempati posisi striker dan gelandang. Dan, kini nomor ini memang sedang dalam posisi lowong, setelah terakhir kali digunakan pemain tertentu. Berikut pemain Persib yang pernah menggunakan nomor keramat tersebut:

Adjat Sudradjat

Pemain yang identik dengan nomor keramat ini adalah Adjat Sudrajat. Play-maker andalan Maung Bandung ini, menjadi bintang Persib pada periode 1980-1990.

Selama sepuluh musim berbaju Persib, dua gelar juara Perserikatan di tahun 1986 dan 1990 dipersembahkan Adjat untuk Bandung.

Legenda hidup Persib ini merupakan pemain seangkatan bek Robby Darwis, Yusuf Bachtiar, Iwan Sunarya dan Suryamin yang merupakan pemain-pemain yang diorbitkan oleh pelatih asal Polandia, Marek Jonata.

Pemain yang biasa dipanggil Arab ini, mulai meniti karier sepak bola sejak tahun 1979hingga 1997. Klub pertamanya adalah Persib. Adjat pernah membela timnas dari tahun 1981hingga 1987.

Redouane Barkoui

Pemain Persib lainnya yang mendapat kehormatan memakai nomor keramat adalah Redouane Barkaoui. Dia adalah pemain asal Maroko.

Barkaoui hijrah ke Persib pada tahun 2006. Debut pertamanya bersama Maung Bandung saat melawan Arema di Stadion Siliwangi.

Di musim pertama Barkaoui hanya mencetak lima gol. Penampilannya mulai menanjak di musim kedua dengan mencetak 10 gol di Liga.

Namun, pemain yang dijuluki "si goyang jaipong ini" hanya bertahan selama dua musim di Bandung.

Barkaoui juga dikenal karena gayanya yang khas. Dia selalu melakukan selebrasi unik usai mencetak gol.

Dia selalu menari Jaipong, tarian khas asal Jawa Barat di pinggir lapangan. Aksinya itu selalu membuat Bobotoh bahagia.

Hilton Moreira

Pemain lain yang mendapat kepercayaan memakai nomor punggung 10 adalah Hilton Moreira. Striker asal Brasil ini, bergabung dengan Persib pada 2007 setelah diajak Jaya Hartono, yang sebelumnya melatih Deltras Sidoarjo.

Hilton adalah striker asing paling fleksibel yang pernah dimiliki Maung Bandung. Dia bisa bermain sebagai striker, pemain sayap, atau gelandang serang. Selama tiga musim bersama Persib, Hilton berhasil mencetak 28 gol dari 67 penampilan.

Dengan jumlah gol yang dicetaknya untuk Persib, Hilton merupakan pemain asing tersubur yang pernah ada di Maung Bandung. Jika dirata-rata, jumlah gol Hilton adalah 0,42 per pertandingan.

Sergio van Dijk

Sergio Van Dijk menjadi pemain naturalisasi pertama yang menggunakan nomor 10 di Persib pada 2013-2014. Seperti halnya pemilik nomor keramat lain, Sergio juga punya kapasitas untuk menjadi pemain andalan Maung Bandung.

Passing yang akurat, tandukan tajam, tendangan keras, penempatan posisi dan dipadu dengan skill olah bola yang cukup mumpuni.

Sebelumnya, Sergio merupakan salah satu pemain paling berprestasi di Liga Australia. Ia adalah pencetak gol terbanyak ketiga sepanjang sejarah dengan torehan 50 gol, hanya kalah dari Shane Smeltz (Perth Glory, 65 gol) dan Archie Thompson (Melbourne Victory, 60 gol).

Sergio van Dijk kembali memperkuat Persib pada ajang Torabika Soccer Championship 2016. Di putaran pertama, striker 34 tahun ini sempat kesulitan dalam mencetak gol.

Seiring berjalannya waktu, Van Dijk kembali menemukan ketajamannya. Total, ia menyumbang 12 gol untuk membawa Persib finis di peringkat lima klasemen akhir.

Makan Konate

Mengenakan nomor keramat, Konate membuktikan peranan pentingnya di lini tengah Persib. Bahkan, dia juga kerap menjadi pemecah kebuntuan tim lewat torehan golnya.

Konate jadi salah satu sosok yang berperan besar dalam gelar juara Persib. Jadi pemain tersubur dengan 13 gol menjadi bukti saih bagi gelandang asal Mali tersebut.

Beberapa waktu lalu, manajemen Persib secara terang-terangan ingin kembali memboyong mantan pemainnya, Makan Konate yang kini berkostum T-Team (Terengganu FC 2) untuk ajang ISL 2017.

Bersama Konate, Persib sukses meraih gelar ISL 2014 dan memutuskan tren tidak pernah juara selama 19 tahun. Selain itu, skuat asuhan Djadjang Nurdjaman ini juga juara Piala Presiden 2015.


Previous
Next Post »
0 Komentar