Apabila ada Link atau halaman yang Eror mohon laporkan di kolom komentar. Terimakasih atas perhatiannya.

Mari Generasi Muda Islam kita Memakmurkan Masjid (Teks Ceramah Agama Islam)

12:08 AM
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

الْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى أَشْرَفِ اْلأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ أَمَّا بَعْدُ


Segala puji bagi Allah yang telah memberi sebaik-baik nikmat berupa iman dan islam. Salawat dan doa keselamatanku terlimpahkan selalu kepada Nabi Agung Muhammad Saw berserta keluarga dan para sahabat-sahabat Nabi semuanya.

Pada kesempatan kali ini saya akan mengambil judul ceramah yaitu "Memakmurkan Masjid

Hadirin yang Berbahagia

Menurut istilah Masjid berarti suatu bangunan yang memiliki kiblat yang didirikan untuk tujuan beribadah kepada Allah seperti shalat berjamaah, dzikir, membaca al-Qur’an dan ibadah lainnya.
sebagai mana firman allah : “Dan sesungguhnya masjid-masjid itu adalah kepunyaan Allah. Maka janganlah kamu menyembah seseorangpun di dalamnya di samping (menyembah) Allah.” (QS. al-Jin:18)

Maksudnya adalah masjid adalah kepunyaan allah kita tidak boleh menyembah sesiapapun didalamnya selain menyembah allah.

Allah juga telah berfirman dalam surat at-taubah ayat 18
“Hanyalah yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, serta tetap mendirikan sholat, menuaikan zakat dan tidak takut (kepada siapapun) selain kepada Allah, maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk.” (QS. at-Taubah:18)

Dalam sebuah riwayat dikatakan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam juga menjelaskan dengan sabda nya.

“Jika kamu melihat orang rajin mendatangi masjid, maka persaksikanlah ia sebagai orang yang beriman.” (HR. Ahmad, At-Tirmidzi dan beliau menghasankannya serta yang lainnya. Didhaifkan oleh Syaikh al-Albani dalam Dha’if al-Jami’ no. 509).
Hadits ini dha’if, tetapi maknanya benar sesuai ayat di atas.dari firman Allah dan sabda Rasulullah Saw di atas dapat kita simpulkan bahwasannya orang yang rajin mendatangi masjid atau memakmurkan masjid maka ia termasuk orang yang beriman kepada Allah serta hari kemudian.

Kita sepatutnya bersyukur karena kita berada di bangsa yang mayoritas muslim, coba kita lihat saudara-saudara kita yang berada di amerika serikat dan eropa, mereka sangat sulit apabila ingin melaksanakan sholat berjamaah, hal inilah yang patut kita syukuri. Di Indonesia sangat banyak masjid tercatat hingga 2011 lalu terdapat 900.000 masjid di Indonesia, ini angka yang sangat luar biasa dan fantastis, namun ini juga termasuk angka yang cukup sedih dan miris, mengapa demikian? karena dari sekian banyaknya masjid, namun hanya beberapa masjid saja yang makmur, lalu kemanakah generasi muda kita, generasi muda lebih mementingkan hal-hal yang dapat merusaknya seperti main biliard, karaoke dan lain sebagainya, lalu bagaimana keadaan di masjid, di masjid hanya terlihat orang orang tua, itu pun hanya beberapa saja yang shalat di masjid, sungguh ini sangat menyedihkan bagi kita. karna generasi muda lebih mementingkan hal-hal yang lain.

bagaimanakah cara generasi muda dalam memakmurkan masjid, apabila kita tidak bisa menjadi imam shalat berjamaah ataupun menjadi penceramah / khatib, kita bisa memakmurkan masjid dengan cara cara sebagai berikut :

1. Membersihkannya dan memberinya wewangian 

Hal ini telah diperintahkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagaimana diceritakan oleh ‘Aisyah – رضي الله عنها -,
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan untuk membangun masjid-masjid di perkampungan-perkampungan, (lalu) dibersihkan dan diberi wewangian.”

Mari Generasi Muda Islam kita Memakmurkan Masjid (Teks Ceramah Agama Islam)
Mari Generasi Muda Islam kita Memakmurkan Masjid (Teks Ceramah Agama Islam)
Ada sebuah cerita pada masa Rasulullah Saw dahulu, dimana pada saat itu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah kehilangan seorang wanita atau pemuda berkulit hitam yang biasa menyapu sampah di masjid, beliau pun bertanya tentangnya, dan dijawab bahwa ia telah meninggal. Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, “Tidakkah kalian mengabarkan kepadaku?” Dia (Abu Hurairah t) berkata, “Seolah-olah mereka meremehkan kedudukan wanita atau pemuda tersebut.” Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, “Tunjukkan kepadaku kuburannya!” Mereka pun menunjukkannya lalu beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menshalatinya (yakni shalat atas jenazahnya) dan bersabda, “Sesungguhnya kuburan ini penuh kegelapan bagi penghuninya, tetapi Allah meneranginya untuk mereka dengan doaku buat mereka.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim, dan ini adalah lafal Muslim). 

Dari cerita ini kita bisa ambil hikmah nya yaitu Rasulullah sangat menyayangi orang yang membersihkan masjid tersebut.

2. Dzikrullah, shalat dan tilawatul Qur’an Serta Menghadiri Majelis Taklim / Majelis Ilmu

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, "masjid hanya (dibangun) untuk dzikrullah, shalat dan membaca al-Qur’an.”

Dzikrulllah merupakan amalan yang agung, dan sebaik-baik tempat dzikrullah adalah masjid.

Lalu shalat, apabila kita generasi muda tidak bisa menjadi imam dalam shalat, kita bisa menjadi makmum karena sebagaimana sabda Rasulullah Saw
“Shalat berjama’ah itu lebih baik 27 kali lipat daripada shalat bersendiri.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Ibnu Umar – رضي الله عنهما -)

Lalu adapun membaca al-Qur’an dan mempelajarinya bersama-sama di dalam masjid juga telah disebutkan keutamaannya oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam sabdanya,
” … dan tidaklah suatu kaum berkumpul di salah satu rumah Allah (masjid), untuk membaca Kitabullah (al-Qur’an) dan mempelajarinya di antara mereka melainkan akan turun ketentraman kepada mereka, rahmat akan menyelimuti mereka, para malaikat menaungi mereka dan Allah akan menyebut-nyebut mereka di hadapan para malaikat di sisi-Nya … ” (HR. Muslim dari Abu Hurairah t)
maksudnya adalah apabila kita berkumpul di rumah Allah untuk membaca al-quran dan mempelajarinya satu sama lain maka kita akan diselimuti rahmat allah, dan akan turun ketentraman bagi kita .

Dan masih banyak lagi cara kita dalam memakmurkan masjid namun sekarang hanya tergantung kepada hati kita dan diri kita sendiri, apakah kita masih tetap ingin pergi ketempat yang menyesatkan? atau kita ingin memakmurkan masjid dengan berbagai ketaatan dan ibadah kepada Allah dan mendapatkan rahmat dari Allah?

karena sesungguhnya masjid adalah tempat yang paling dicintai Allah sebagaimana sabda Rasulullah Saw
“Sebaik-baik tempat adalah masjid, dan seburuk-buruk tempat adalah pasar.” (HR. At-Thabarani dan al-Hakim.

Maka dari itu kita harus bisa menanamkan dalam hati kita agar bisa memakmurkan masjid karna apabila kita memakmurkan masjid maka banyak keutamaan yang kita dapatkan sebagaimana sabda rasulullah “Ada tujuh golongan yang akan Allah naungi mereka pada hari tiada naungan selain naungan Allah yaitu: … -diantaranya-: “dan seorang yang terikat (hatinya) dengan masjid ketika ia keluar hingga ia kembali ke masjid …” (HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah t)
maksud nya apabila kita memakmurkan masjid maka kita akan di naungi oleh Allah pada saat hari tiada naungan selain naungan Allah Swt.

Semoga ceramah Memakmurkan Masjid ini bisa bermanfaat bagi kita semua dan bagi penulis sendiri dan semoga kita bisa memakmurkan masjid dengan berbagai ibadah dan ketaatan kepada Allah Swt. Mohon maaf apabila ada kekurangan dalam penulisan.

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Jazakumullah Khairan Katsiran Wa Jazakumullah Ahsanal Jaza

Sumber Link
Previous
Next Post »
0 Komentar