Tampilkan postingan dengan label Tips Otomotif. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tips Otomotif. Tampilkan semua postingan

3 Komponen Wajib Ganti Setelah Beli Mobil Bekas

23.11 Add Comment
3 Komponen Wajib Ganti Setelah Beli Mobil Bekas
(Foto: Liputan6.com)
Bagi Anda yang telah membeli mobil bekas, beberapa treatment harus Anda lakukan agar mobil yang baru saja Anda beli dapat beroperasi dengan maksimal. Apalagi, bukan tidak mungkin mobil bekas yang Anda beli memiliki kekurangan di beberapa part.

Salah satu treatment yang wajib dilakukan setelah membeli mobil bekas adalah mengganti beberapa komponen. Dengan mengganti komponen ini, maka kemungkinan besar mobil lama Anda akan terasa seperti mobil baru. Berikut adalah beberapa komponen tersebut:

Oli

Ada beberapa oli yang harus Anda ganti setelah membeli mobil bekas. Oli-oli yang dimaksud adalah oli mesin, oli transmisi, dan oli gardan, oli rem, dan oli power steering. Ini wajib dilakukan, apalagi kita tidak tahu kapan terakhir oli mobil bekas ini diganti.

Untuk mengetahui kondisi oli, dapat dilihat dari kekentalan, warna dan kotoran yang ada pada oli. Meskipun hasilnya terlihat bagus, alangkah lebih baik jika menggantinya dengan yang baru.

Aki

Mobil bekas kemungkinan juga memiliki aki yang sudah soak. Aki yang soak membuat kondisi mobil buruk, misalnya tidak kuat starter atau terdengar suara yang mengganggu. Karena itu, aki adalah komponen lain yang harus diganti.

Cara mengganti aki pun bisa dilakukan dengan mudah. Pemilik mobil bekas tinggal mengiapkan aki yang ukurannya sama dengan aki yang lama. Selain itu, pengguna juga dapat menyerahkannya pada bengkel atau toko aki.

Filter udara

Filter udara berguna agar bagian dalam mesin bebas dari debu. Dengan filter udara yang baik, pasokan udara yang mengalir bebas ke dalam mesin dapat terjaga sehingga laju kendaraan pun tidak terganggu.

Mengganti filter udara cukup mudah. Jika belum pernah mengganti filter udara, pemilik mobil bekas dapat melihatnya melalui buku manual. Selain itu, jika tidak ingin repot, pengguna juga dapat menyerahkan perbaikannya ke bengkel.

Selain ketiga poin di atas, beberapa perawatan lain pun harus dilakukan setelah membeli mobil bekas, misalnya spooring dan balancing agar sudut roda depan dan putaran roda kembali stabil.

Selain itu, pemeriksaan secara menyeluruh juga perlu dilakukan para pembeli mobil bekas. Beberapa komponen utama pada mesin seperti busi, sistem pendingin serta sistem kelistrikan harus diperiksa. Pengguna sebaiknya menyerahkan hal ini ke bengkel.

Ini Waktu yang Tepat Jika Mau Cat Bodi Mobil

06.53 Add Comment
Ini Waktu yang Tepat Jika Mau Cat Bodi Mobil
Ilustrasi (Liputan6.com)

Bosan dengan warna mobil yang telah kusam? Atau bodi lecet-lecet? Tentunya pilihan yang tepat adalah melakukan pengecetan ulang. Hanya saja, Anda harus mengetahui waktu-waktu yang tepat untuk melakukan pengecatan.

Hendrik, pemilik bengkel ‎spesialis custom bumper dan body kit Berkat Auto Fiber mengatakan, ‎untuk melakukan pengecatan bodi, bumper, side skirt, atau spoiler disarankan tidak dilakukan saat kondisi mendung atau hujan.

"Hujan sudah pasti tidak akan bisa untuk mengecat. Kalau mendung juga akan mengurangi kualitas warna catnya‎. Jadi kalau bisa pas panas terik, kalau tidak jangan dipaksain nanti warna catnya kurang maksimal," ujar Hendrik saat ditemui Liputan6.com, di bengkelnya yang terletak di kawasan Pasar Mobil Kemayoran, Jakarta, Kamis, (2/2).

Namun kata Hendrik, ada cara yang cukup tepat untuk melakukan pengecatan meski mendung atau hujan, yaitu dengan teknik oven.

P‎engecatan dengan teknik Oven, menurut Hendrik, akan lebih maksimal. Sebab, pancaran panas bisa disesuaikan sesuai kebutuhan. Selain itu, partikel-partikel seperti kotoran atau debu-debu‎ tidak akan mudah menempel, karena ada alat khusus untuk menyedotnya.

"Cuma yang pasti harganya akan jauh lebih mahal, dan tergantung ukuran mobil dan warnanya," pungkasnya.

Sumber Link

Risiko Ban Tubeless Pakai Ban Dalam

08.34 Add Comment
Risiko Ban Tubeless Pakai Ban Dalam
Risiko Ban Tubeless Pakai Ban Dalam
Seperti banyak diketahui, keunggulan ban

tubeless

bisa tidak langsung kempes meski terkena paku atau benda tajam.

Namun, tak sedikit yang masih ragu apakah ban

tubeless

juga bisa menggunakan ban dalam?

Menanggapi hal tersebut, Performance Development Plan Segment Manager PT Michelin Indonesia, Refil Hidayat, menyatakan tidak masalah walaupun pada dasarnya ban

tubeless

memiliki lapisan seperti ban dalam.

“Cuma itu sudah menempel di

inner side

dari ban itu. Jadi sebenarnya

tubeless

itu yang

cub-

nya ditempel

full

,” ucap Refil saat ditemui di Hanggar Husain Sastranegara, Bandung, Jawa Barat‎, Sabtu, (14/1).

Refil mengatakan, penggunaan ban dalam pada teknologi ban

tubeless

memang cukup kuat. Jika digunakan dengan jarak 50 km/jam, kemungkinan tidak terlalu mengalami masalah.

Namun jika dipakai ban dalam, tidak disarankan digunakan dalam kecepatan tinggi, seperti di atas 100 km/jam.

“Jadi sia-sia, dan akan lebih berat volumenya. Dan ada risiko friksi antara

cub

dan ban luarnya dia akan kegesek dan terus bisa bocor,” ujar Refil.

Agar Cat Tak Rusak, Begini Teknik Copot Stiker di Bodi Motor

08.26 Add Comment
Agar Cat Tak Rusak, Begini Teknik Copot Stiker di Bodi Motor
Agar Cat Tak Rusak, Begini Teknik Copot Stiker di Bodi Motor
Salah satu alasan kenapa bikers lebih memilih stiker untuk mempercantik tampilan motor ketimbang cat airbrush adalah stiker lebih mudah dilepas jika sudah bosan.

Meski demikian, tentu mencopot stiker tidak bisa dilakukan sembarangan. Salah-salah, sisa stiker masih menempel, bahkan bisa merusak cat dasar motor. Lantas, bagaimana cara yang benar itu?

Abdul Mukri, pemilik toko modifikasi Laris Motor, menjelaskan caranya kepada Liputan6.com. Pertama-tama, yang perlu dipersiapkan adalah hair dryer atau korek, bensin, serta lap bersih.

"Pertama stiker dipanaskan dulu pakai korek api atau hair dryer. Tapi harus diperhatikan. Tidak boleh hanya di satu titik saja, hanya beberapa menit, dan jaga suhunya tidak terlalu panas," ujarnya di toko yang terletak di Tegal Parang, Jakarta Selatan.

Menurut Abdul, jika sudah dipanaskan maka stiker akan lebih mudah untuk dicopot menggunakan tangan. Tarik ujung stiker perlahan hingga semuanya terkelupas.

Tahap selanjutnya adalah membersihkan sisa lem, jika memang masih berbekas. Caranya adalah dengan menggunakan bensin. "Oles bensin ke seluruh permukaan, lalu gosok pakai kain," tambahnya. Agar lebih sempurna, baiknya oleskan juga compound di seluruh permukaan bodi.

Tahap pencopotan stiker sudah selesai. Bikers bisa kembali ke cat dasar, atau menggantinya dengan stiker baru. "Tapi sebetulnya kalau kualitas stiker dan pemasangannya bagus, maka bisa langsung tempel pakai stiker lainnya," tutup Abdul.


Ini Komponen yang Kemungkinan Rusak Setelah Motor Terjatuh

08.22 Add Comment
Ini Komponen yang Kemungkinan Rusak Setelah Motor Terjatuh
Ini Komponen yang Kemungkinan Rusak Setelah Motor Terjatuh
Hampir semua pemilik sepeda motor pernah terjatuh. Hal ini pula yang mengakibatkan kondisi si kuda besi bisa mengalami masalah sehingga performanya menurun.

Menurut Kepala Mekanik Astra Motor Jakarta Eko Eddy Saputro, ada sejumlah hal yang kemungkinan rusak apabila motor terjatuh.

"Pertama, biasanya panel bodi pecah atau bagian bodinya bengkok. Kalau mengalami benturan kencang, biasanya (terjadi) masalah pada bagian depan," kata Eko saat ditemui Liputan6.com di bengkel Astra Motor Jakarta, Cawang, Jakarta, Kamis (19/1/2017).

Masalah pada bagian motor depan, papar Eko, terjadi pada setang, segitiga dan garpu suspensi.

Pada sepeda motor, komponen segitga ini punya fungsi penting karena sebagai penghubung setang dan garpu suspensi depan. Bila bermasalah bisa membuat posisi garpu kiri dan kanan tidak sejajar.

"Kalau sudah kena segitiga masih bisa di-press. Kalau rusak ringan untuk motor cub (bebek) kurang lebih sekitar Rp 300 ribuan, tapi kalau yang berat bisa Rp 450 ribuan,” jelas Eko.

Selain itu, komponen lain yang perlu diperiksa adalah velg, ban, bearing, dan komstir. Bearing posisinya di tengah velg roda. Jika rusak, bisa diketahui dengan cara menggoyangkan roda ke kanan dan kiri.

Sedangkan komstir penghubung antara segitiga garpu depan dan rangka motor. Jika komstir rusak, biasanya terasa oblak, susah digerakan, kasar dan sulit belok.