Tampilkan postingan dengan label humor. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label humor. Tampilkan semua postingan

Nama Anak Islami

07.00 Add Comment
Nama Anak Islami
Di sebuah pasar seorang ibu-ibu sedang mengobrol tentang nama anak-anaknya.

Ibu 1 : Nama anak saya islami sekali lohh bu,                 nurul jannah artinya cahaya surga

Ibu 2 : Anak aku juga islami kok..

Ibu 1 : TONI..??? itu mahh kebarat-baratan                      atuhh ibu…

Ibu 2 : Ehh, jangan salah, toni itu hanya                          panggilan saja, nama lengkapnya adalah              A’uzubillahiminassyaiTONIrojimm..

Buaya Muslim

06.55 Add Comment
Buaya Muslim
Suatu hari ada Ayam, Sapi dan Babi menyebrangi sungai yang ada buaya nya. Saat ayam lewat langsung di makan buaya dengan ketakutan, sapi pun lewat tapi sayang nasib naas sama seperti ayam...

Ketika giliran babi lewat, buaya hanya diam saja... Babi pun jadi heran dan berkata

Babi: "Eh buaya, kenapa kamu nggak makan saya?"
Buaya: (sambil tersenyum manis) Sorry Brooo......... GUE "MUSLIM"

Larangan Merokok di Pesantren

06.45 Add Comment
Di salah satu pesantren, santri-santri dilarang keras merokok. Dan sang Kiai pengasuh pondok pesantren itu tidak segan-segan memberikan takzir (hukuman) berat pada santri yang ketahuan melanggar aturan merokok di pesantren itu. Namun tentu saja ada santri nakal yang nekat melakukan pelanggaran.
Larangan Merokok di Pesantren

Bahkan, sering beberapa santri yang tidak tahan ingin merokok mencari-cari kesempatan di malam hari, pada saat gelap di sudut-sudut asrama atau di gang-gang kecilnya, atau di tempat jemuran pakaian atau di pekarangan sang Kiai. Bahkan ada juga yang tidak jijik merokok di dalam WC sambil pura-pura sedang BAB.

Satu hari, saat malam telah larut, salah seorang santri perokok ingin kembali melakukan aksi terlarangnya. Meski sudah agak mengantuk karena kelamaan menunggu waktu yang aman untuk merokok, ia pun bergegas ke kebun belimbing, di belakang salah satu gedung pesantren itu. Santri itu lalu mendekati seseorang temannya di kejauhan yang sedang menyalakan rokok. Suasana disekitar yang jauh dari lampu penerangan membuat tempat itu memang agak gelap dan aman untuk merokok.

"Kang, minta rokoknya... sekalian dengan api-nya...sup." katanya sambil menyodorkan jari tengah dan telunjukknya.

Temannya langsung menyerahkan sebungkus rokok yang dipegangnya. Santri perokok itu tanpa memperhatikan temannya itu langsung buru-buru mengisap rokok.

"Alhamdulillah, asyik sup..." katanya. Diteruskan dengan isapan kedua, sambil memejamkan mata seakan menghayati isapan rokoknya.

Rokok semakin menyala, dan... dalam gelap dengan bantuan nyala rokok itu lama-lama kelamaan si santri mulai sadar dengan siapa dia sebenarnya saat itu sedang merokok bareng. Namun santri belum yakin betul dan diteruskan dengan isapan selanjutnya... Isapan yang dalam sehingga membuat rokok itu semakin menyala terang. Dan...

Ternyata... yang dia mintai rokok adalah Kiainya sendiri.

Bukan main, si santri itu sangat kaget dan ketakutan. Dia langsung kabur, lari tunggang langgang tanpa sempat mengembalikan rokok yang dipinjamnya.

Sang Kiai pun marah besar sambil berteriak :

"Hei rokok saya jangan dibawa, itu tinggal satu-satunya, Kang..."


http://www.ketawa.com

Tidak Pernah Menolak Poligami

06.39 Add Comment
Tidak Pernah Menolak Poligami
Ustadzah : "Saya tidak pernah menolak hukum                        poligami."

Jamaah : "Wah, ustadzah hebat!"

Ustadzah : "Saya tidak pernah melarang para                            suami untuk menikah lagi."

Jamaah : "Wah, ustadzah benar-benar berkelas."

Ustadzah : "Yang penting..."

Jemaah : "Yang penting adil kan ustadzah?"

Ustadzah : "Bukan!!! Yang penting... bukan                              suami saya..."

Jemaah : "????"

 http://www.ketawa.com

Santri Cerdik dan Seekor Sapi

06.34 Add Comment
Santri Cerdik dan Seekor Sapi
Seorang santri baru saja lulus aliyah pesantren dengan nilai jayyid jiddan ( lumayan pintar). Dia pun berencana mengadu nasib di Jakarta.

Saat tiba di Stasiun Pasar Senen, dia melihat kerumunan orang. Rupanya sedang ada kecelakaan. Di Jakarta, kecelakaan biasanya memang menjadi tontonan yang menarik, maka dia pun memutuskan untuk ikut menonton.

Namun teryata kerumunan itu terlalu berjubel sehingga ia tidak bisa melihat korban dengan jelas, apalagi postur tubuhnya yang memang kecil. Jadi, jangankan mendekat, untuk melihat korban saja sulit. Berhubung karena merupakan santri berotak cemerlang, maka dia tidak kurang akal dan langsung berteriak-teriak sambil pura-pura panik.

"Saya keluarganya.. Saya keluarganya.. Minggir.. Tolong minggir !" katanya sambil mengacungkan jari dan mendesak maju menerobos kerumunan orang-orang tersebut.

Orang-orang pun memandanginya, dan ternyata si santri memang berhasil. Mereka langsung memberi kesempatan kepada santri itu untuk menghampiri korban kecelakaan. Santri itu pun langsung mendekati korban kecelakaan. Dan, betapa terkejutnya ketia dia melihat dengan jelas korban kecelakaan yang diakuinya sebagai keluarganya itu ternyata adalah seekor SAPI!

www.ketawa.com