Tampilkan postingan dengan label nisfu sya'ban. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label nisfu sya'ban. Tampilkan semua postingan

Tiga Amalan Utama / Penting pada Malam Nisfu Sya’ban

06.05 Add Comment
Sya’ban adalah bulan penuh berkah dan kebaikan. Dalam bulan ini Allah Swt membukakan pintu rahmat dan ampunan seluas-luasnya. Oleh karena itu, kita dianjurkan untuk memperbanyak ibadah seperti puasa sunah dan sebagainya. Hal ini sebagaimana yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW. Ada sebuah hadits yang mengatakan bahwa Nabi SAW lebih sering puasa sunah di bulan Sya’ban dibandingkan pada bulan lainnya, (HR Al-Bukhari).

malam nisfu sya'ban
Tiga Amalan Utama / Penting pada Malam Nisfu Sya’ban

Selain berpuasa, menghidupkan malam sya’ban juga sangat dianjurkan khususnya pada malam nisfu Sya’ban, yaitu malam pertengahan bulan Sya’ban. Maksud menghidupkan malam di sini adalah memperbanyak ibadah dan melakukan amalan baik pada malam nisfu Sya’ban. Sayyid Muhammad bin ‘Alawi Al-Maliki menegaskan bahwa terdapat banyak kemuliaan pada malam nisfu Sya’ban; Allah SWT akan mengampuni dosa-dosa orang yang minta ampunan pada malam itu, mengasihi kepada orang yang minta kasih, menjawab do’anya orang yang meminta, melapangkan penderitaan orang yang susah, dan membebaskan sekelompok orang dari neraka.

Setidaknya ada tiga amalan yang dapat dilakukan pada malam nisfu Sya’ban. Tiga amalan tersebut disarikan dari kitab Madza fi Sya’ban karya Sayyid Muhammad Alawi Al-Maliki.

Pertama, memperbanyak berdoa. Anjuran ini didasarkan pada hadits riwayat Abu Bakar bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda,

ينزل الله إلى السماء الدنيا ليلة النصف من شعبان فيغفر لكل شيء، إلا لرجل مشرك أو رجل في قلبه شحناء

Artinya, “(Rahmat) Allah SWT turun ke bumi pada malam nisfu Sya’ban. Dia akan mengampuni segala sesuatu kecuali dosa musyrik dan orang yang di dalam hatinya tersimpan kebencian (kemunafikan),” (HR Al-Baihaqi).

Kedua, membaca dua kalimat syahadat sebanyak-banyaknya. Dua kalimat syahadat merupakan kalimat yang sangat mulia. Dua kalimat ini sangat baik dibaca kapan saja dan di mana saja terlebih lagi pada malam nisfu Sya’ban. Sayyid Muhammad bin Alawi mengatakan,

وينبغي للمسلم أن يغتنم الأوقات المباركة والأزمنة الفاضلة، وخصوصا شهر شعبان وليلة النصف منه، بالاستكثار فيها من الاشتغال بكلمة الشهادة "لا إله إلا الله محمد رسول الله".


Artinya, “Seyogyanya seorang muslim mengisi waktu yang penuh berkah dan keutamaan dengan memperbanyak membaca dua kalimat syahadat, La Ilaha Illallah Muhammad Rasululullah, khususnya bulan Sya’ban dan malam pertengahannya.”

Ketiga, memperbanyak istighfar (meminta ampun). Tidak ada satu pun orang yang bersih dari dosa dan salah. Itulah manusia. Kesehariannya hidup bergelimang dosa. Namun kendati manusia berdosa, Allah SWT senantiasa membukakan pintu ampunan kepada siapa saja. Karenanya, meminta ampunan (istighfar) sangat dianjurkan terlebih lagi di malam nisfu Sya’ban. Sayyid Muhammad bin Alawi menjelaskan,

الاستغفار من أعظم وأولى ما ينبغي على المسلم الحريص أن يشتغل به في الأزمنة الفاضلة التي منها: شعبان وليلة النصف، وهو من أسباب تيسير الرزق، ودلت على فضله نصوص الكتاب، وأحاديث سيد الأحباب صلى الله عليه وسلم، وفيه تكفير للذنوب وتفريج للكروب، وإذهاب للهموم ودفع للغموم

Artinya, “Istighfar merupakan amalan utama yang harus dibiasakan orang Islam, terutama pada waktu yang memiliki keutamaan, seperti Sya’ban dan malam pertengahannya. Istighfar dapat memudahkan rezeki, sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur’an dan hadits. Pada bulan Sya’ban pula dosa diampuni, kesulitan dimudahkan, dan kesedihan dihilangkan.

Demikianlah tiga amalan penting di malam nisfu Sya’ban menurut Sayyid Muhammad. Semua amalan itu berdampak baik dan memberi keberkahan kepada siapa saja yang mengamalkannya.

Semoga saja kita termasuk orang yang menghidupkan malam nisfu Sya’ban dengan memperbanyak do’a, membaca dua kalimat syahadat, istighfar, dan kalimat mulia yang lainnya. Wallahu a’lam. 

Benarkah Catatan Amal Ditutup Pada Malam Nisfu Sya'ban ?

20.54 Add Comment
Bulan sya'ban merupakan bulan pertengahan antara bulan rajab dan ramadhan. Bulan ini juga dikenal sebagai bulan lalai. Sebab pada bulan ini kebanyakan orang lebih sibuk mempersiapkan diri menyambut Ramadhan.

Padahal Rasulullah SAW sangat mengasihi bulan ini. Bahkan beliau bersabda bahwa bulan Sya'ban adalah bulannya. Oleh karena itulah beliau memperbanyak amalan di bulan Sya'ban.

Benarkah Catatan Amal Ditutup Pada Malam Nisfu Sya'ban ?
Benarkah Catatan Amal Ditutup Pada Malam Nisfu Sya'ban ?
Terlebih lagi pada bulan ini terdapat malam nisfu Sya'ban. Beberapa sumber menyebutkan bahwa ada banyak keutamaan malam nisfu Sya'ban, salah satunya adalah ditutupnya catatan amal manusia. Sehingga dianjurkan untuk memperbanyak ibadah di malam tersebut. Lantas, benarkah hal tersebut ? Berikut ulasannya.

Meskipun ada banyak sumber yang menyebutkan tentang keutamaan malam nisfu Sya'ban, ternyata tidak ada satupun dalil shahih yang menyebutkan bahwa catatan amal manusia ditutup pada malam nisfu Sya'ban. Sebagian ulama beranggapan bahwa mungkin terjadi kesalah pahaman atau penafsiran yang keliru terhadap hadits Rasulullah SAW.

Disebutkan dari Usmah bin Zaib, ia bertanya, "Wahai Rasulullah, saya belum pernah melihat anda berpuasa dalam satu bulan sebagaimana anda berpuasa di bulan Sya’ban?” Rasulullah SAW bersabda, “Ini adalah bulan yang sering dilalaikan banyak orang, bulan antara Rajab dan Ramadhan. Ini adalah bulan dimana amal-amal diangkat menuju Rab semesta alam. Dan saya ingin ketika amal saya diangkat, saya dalam kondisi berpuasa.’” (HR. An Nasa’i 2357, Ahmad 21753, Ibnu Abi Syaibah 9765 dan Syuaib Al-Arnauth menilai ‘Sanadnya hasan’).

Dalam hadits ini Rasulullah SAW sama sekali tidak menyebutkan tentang penutupan catatan amal, melainkan pelaporan amal dibulan Sya'ban. Oleh karenanya beliau memperbanyak puasa dibulan Sya'ban.

Kemudian tidak pula disebutkan pada tanggal berapa di bulan Sya'ban pelaporan itu dilakukan. Bahkan hadits menunjukkan bahwa hal tersebut terjadi selama satu bulan. Sehingga puasa yang dilakukan Rasulullah SAW dibulan Sya'ban ini tidak pilih-pilih tanggal. Bahkan beliau tidak menganjurkan agar kita memilih pertengahan Sya'ban untuk berpuasa. Namun yang beliau lakukan adalah memperbanyak puasa selama bulan Sya'ban.

Selain itu dalam hadits tersebut tidak sedikitpun disebutkan perihal adanya penutupan catatan amal. Rasulullah SAW hanya menyampaikan bahwa ketika di bulan Sya'ban terdapat pelaporan amal dan bukan penutupan amal.

Sejatinya di dalam Islam tidak ada istilah penutupan catatan amal. Sebab kaum muslimin dituntuk untuk selalu beramal hingga ajal menjemput. Bahkan dalam surah Al Hijr Allah SWT telah berfirman bahwa, “Beribadahlah kepada Tuhanmu sampai datang kepadamu Al-Yaqin.” (QS. Al-Hijr: 99)

Para ulama menafsirkan Al-Yaqin ini sebagai kematian. Sehingga hanya kematianlah yang akan menghentikan seluruh amal perbuatan manusia. Dengan demikian, semua manusia diperintahkan untuk terus beribadah hingga maut menjemputnya.

Akan tetapi, meski ia telah meninggal namun catatan amalnya masih belum ditutup. Sebab masih ada amal yang tetap mengalirkan pahala meski seseorang telah meninggal dunia. Sebagaimana disebutkan dari Abu Hurairah ra bahwa Rasulullah SAW bersabda, " Apabila seseorang sudah meninggal maka seluruh amalannya terputus kecuali dari tiga perkara (yaitu) dari sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan dan anak shalih yang mendo’akannya."

Disamping itu yang namanya istiqamah itu tentu saja tidak ada putusnya. Sebagaimana jawaban Imam Ahmad ketika ditanya, "Kapan waktu untuk istirahat? " Beliau menjawab, "Ketika pertama kali kita menginjakkan kaki di surga."

Oleh sebab itu, tidak ada istilah catatan amal ditutup. Sebab seorang hamba diperintahkan untuk selalu beribadah hingga kematian menjemputnya. Selain itu amal kita dihisab tidak hanya ketika malam nisfu Sya'ban, namun juga di bulan-bulan lainnya. Dan semoga Allah SWT meringankan langkah dan hati kita untuk terus istiqamah meniti jalan kebenaran. Amin.