Tampilkan postingan dengan label Medsos. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Medsos. Tampilkan semua postingan

Gara-Gara Media Sosial Orang Bisa Merasa Frustrasi

05.43 Add Comment
Gara-Gara Media Sosial Orang Bisa Merasa Frustrasi
Ilustrasi media sosial
Media sosial sangat digrandrungi lantaran mampu membuat pengguna internet tetap saling terhubung, meski terpisah jarak. Namun ternyata, media sosial (medsos) juga memiliki dampak buruk.

Merujuk pada hasil penelitian Kaspersky Lab yang diterima Tekno Liputan6.com, media sosial dapat membuat penggunanya merasakan hal negatif. Salah satu pemicunya karena keinginan mendapatkan banyak likes.

Berdasarkan survei, mayoritas pengguna sering kali merasa sedih atau marah ketika mereka tak mendapat banyak likes. Tercatat, 42 persen responden mengaku merasa cemburu saat temannya mendapatkan lebih banyak likes dibandingkan dirinya.

Sebagian lainnya bahkan merasa iri saat temannya terlihat lebih bahagia di media sosial. Sebagai informasi, survei ini melibatkan 16.750 responden di seluruh dunia. Terungkap, kebanyakan pengguna lebih sering mengalami emosi negatif setelah menghabiskan waktu di media sosial.

Rasa frustrasi pengguna media sosial juga disebabkan iklan yang dianggap menjengkelkan. Sebanyak 72 responden merasa kesal dengan iklan yang menganggu komunikasi online mereka.

Meski ada perasaan bahagia saat terjadi interaksi di media sosial, melihat unggahan bahagia dari orang lain (misalnya unggahan liburan, hobi, dan pesta) rupanya menimbulkan perasaan iri bagi sebagian pengguna. Hal ini dibuktikan dengan 59 persen responden yang merasa tak bahagia melihat temannya berpesta, tetapi tak memberinya undangan.

Sementara itu, 45 persen responden merasa iri melihat teman-temannya berlibur dan 37 persen merasa terbawa emosi saat melihat unggahan dirinya di masa lalu lebih baik dibandingkan unggahan saat ini.

Kenangan Digital


Uniknya, penelitian sebelumnya memperlihatkan bahwa rasa frustrasi pengguna gara-gara media sosial membuat 78 persen responden ingin meninggalkan media sosial. Sayangnya, mereka tetap bertahan lantaran rasa takut kehilangan kenangan digital, misalnya foto atau kontak dengan orang-orang terdekat.

Kaspersky Lab pun kini sedang mengembangkan solusi untuk membantu pengguna media sosial menyimpan kenangan digitalnya. Diungkapkan Head of Social Media di Kaspersky Lab Evgeny Chereshnev, hubungan pengguna dengan media sosial lambat laun berkembang menjadi lingkaran setan.

"Kenyataannya, saat mengakses media sosial, kita dibombardir dengan gambar dan tulisan dari teman-teman yang juga bersenang-senang. Sepertinya mereka lebih menikmati kehidupan daripada kita. Hal ini membuat pengguna media sosial merasa down dan ingin meninggalkannya," kata Chereshnev.

Sayangnya, pengguna terjebak kenangan yang tersimpan di dalamnya. Kaspersky Lab pun mengembangkan aplikasi baru FFForget. Dengan aplikasi ini, pengguna bisa melakukan back up kenangan mereka di media sosial dan menjaganya agar kenangan itu terenkripsi di tempat aman. Maka itu, pengguna bisa meninggalkan media sosial kapan pun.

Sumber Link

Wah, Ketagihan Main Medsos Berjam-jam Bisa Picu Depresi

05.37 Add Comment
Wah, Ketagihan Main Medsos Berjam-jam Bisa Picu Depresi
Depresi, Kenali dan Hindari
Belum lama ini, ada sebuah penelitian yang mengungkapkan bahwa penggunaan media sosial (medsos) di internet selama lebih dari dua jam menunjukan adanya tanda depresi.

Penelitian tersebut juga telah dilakukan ke subjek kalangan remaja berumur 13-17 tahun yang sering menggunakan smartphone-nya untuk berinteraksi di media sosial (medsos).

Mengutip informasi laman The Independent, Selasa (7/2/2017), penelitian dilakukan oleh tim peneliti asal Kanada, International Association of Cyber Psychology, Training & Rehabilitation (iACToR) dengan melakukan observasi ke 750 subjek yang merupakan remaja dari berbagai institusi pendidikan di wilayah Ontario.

Penelitian yang juga dipublikasikan lewat jurnal Cyberpsychology, Behavior, and Social Networking ini mengungkap, penggunaan medsos yang terlampau berlebihan rupanya mampu menunjukkan indikasi bahwa si pemilik memiliki masalah gangguan mental dan memicu depresi.

"Kapasitas penggunaan medsos harusnya dibatasi sebagaimana mestinya. Jika digunakan terus menerus dalam jangka waktu berjam-jam, hal tersebut akan menciptakan rasa candu bagi para pengakses," ungkap tim peneliti.

Menurutnya, hal itu mengubah cara pandang pengguna bahwa medsos lama kelamaan termasuk ke hal primer di dalam kehidupan. Bahayanya, penggunaan medsos secara berlebihan dapat berdampak negatif.

"Medsos itu berfungsi sebagai alat komunikasi dan pencari informasi jika memang dibutuhkan. Namun hal tersebut bisa berubah fungsi 360 derajat menjadi sebuah 'pengisi dahaga' penggunanya ketika sedang kesepian," tambahnya.

Observasi yang telah dilakukan tim peneliti menyimpulkan sebagian besar dari 750 subjek anak remaja tersebut memang kerap kali tidak memiliki kegiatan apa-apa khususnya pada waktu malam hari. Oleh karena itu, mereka mengakses jejaring sosial sebagai 'teman' agar bisa mengisi kesepian mereka.

"Hal tersebut menunjukkan bahwa mereka mengalami tanda depresi, jika ini terus dilakukan, mereka akan melakukan hal lebih ekstrem seperti tindakan bunuh diri atau cyber bullying," tukasnya.

Mereka menambahkan, seharusnya ketika kesepian para anak remaja bisa melakukan kegiatan positif yang lebih menggaet mereka ke perkembangan fisik dan mental yang lebih sehat, seperti berolahraga, membaca buku, mendengarkan musik dan masih banyak lagi.

"Sudah seharusnya fungsinya dibatasi. Selagi masih ada waktu dan belum terlambat, kini peran orangtua yang harus mengawasi anak mereka agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Cari Tahu Ketersediaan Nama Domain, Blog, dan Medsos di Situs Ini

02.11 Add Comment
Cari Tahu Ketersediaan Nama Domain, Blog, dan Medsos di Situs Ini
Ilustrasi domain. (Doc: Domain News)

Bagi kamu yang baru ingin menjadi blogger atau aktif di media sosial (medsos), hal pertama yang terpikirkan adalah nama dan username yang akan dipakai untuk menjadi 'merek' blog. Meski kedengarannya sederhana, memilih nama blog terkadang tak semudah itu. 

Nah, kali ini tim Tekno Liputan6.com tidak akan membahas cara memilih nama dan username pada blog atau medsos. Tetapi, situs untuk mencari tahu ketersediaan username pada seluruh situs blog atau medsos yang kamu gunakan.

Dengan begitu, kamu tahu apakah username yang kamu pilih sudah dipakai orang di belahan benua lain, atau di medsos apa saja. Penting untuk diketahui, situs ini juga berguna bagi perusahaan yang ingin mengecek username untuk merek atau produk yang ingin dipromosikan di medsos.

Caranya sangat mudah. Seperti dikutip dari laman Make Use Of, Selasa (7/2/2017), kamu dapat mengeceknya sendiri di situs web "namecheckr". Misalnya, kamu ingin menggunakan username "@caitsena", ketikkan di kolom, lalu tunggu hasilnya.

Doc: namecheckr.com

Seluruh media sosial hingga situs blog akan menampilkan ketersediaan username yang kamu cari. Jika Instagram, Facebook, dan Twitter menampilkan tanda lingkaran merah di pojok kanan atas logo, artinya username yang kamu pilih sudah digunakan orang lain.

Nah, situs atau jejaring sosial yang menampilkan tanda ceklis berwarna hijau, berarti sebaliknya. Artinya, username tersebut masih tersedia atau bisa kamu gunakan. Mudah bukan?

Mengacu pada gambar di atas, saat ini beberapa situs blog atau jejaring sosial yang dapat kamu cek username-nya antara lain: Blogger, Domain (.com), Domain (.net), Domain (.org), Facebook, Flickr, Foursquare, Instagram, Last.FM, Myspace, Pinterest, Reddit, Spotify, Tumblr, Twitter, Vimeo, dan YouTube.

Untuk selengkapnya, kamu dapat mengecek langsung di tautan ini. Selamat mencoba!

Sumber Link