Tampilkan postingan dengan label nasehat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label nasehat. Tampilkan semua postingan

kata nasehat islam

18.52 Add Comment
nasihat umum
kata nasehat islam
Di antara kebiasaan yang jelek adalah apabila seorang siswa menggunakan buku atau pensil orang lain tanpa seizin pemiliknya, atau ketika di jalan menemukan sesuatu kemudian disimpannya. Seharusnya ia mengembalikan kepada pemiliknya. Meminjam sesuatu kemudian dia merusaknya atau tidak mengembalikannya pada pemiliknya.

Di antara kebiasaan yang tidak baik adalah apabila seorang anak ditanya dia menjawab dengan menggerakkan kepala dan pundaknya atau menjawab dengan cepat, sedangkan pertanyaan itu untuk orang lain.

Termasuk anak yang tidak tertib (aib) adalah anak yang mengabaikan memotong rambutnya atau tidak menyisirnya sehingga tampak kusut. Tidak memotong kukunya sehingga kukunya tampak hitam karena di dalamnya terdapat kotoran. Tidak mandi atau mengganti bajunya sehingga tercium bau yang tidak sedap.

Hindarilah bermain dengan sesuatu yang membahayakan, seperti debu, api, dan kotoran. Seorang anak yang bermain-main dengan api akan membakar pakaian dan tubuhnya. Bermain-main dengan kotoran, ia akan terjangkit penyakit kudis dan gatal. Hindarilah juga memanjat pohon supaya di anggota tubuhmu tidak terluka saat jatuh dari pohon.

Jagalah kesehatanmu dengan olahraga setiap hari di pagi hari saat udara masih bersih supaya tubuhmu sehat. Ada pepatah "akal yang sehat itu berada pada jiwa yang sehat." Cara menghirup udara segar yaitu dengan hidung bukan menggunakan mulut. Hindarilah udara yang kotor, makan makanan yang terbuka yang kemungkinan jatuhnya cecak, tikus atau hewan-hewan merayap lainnya. Janganlah kamu memakan buah-buahan yang belum masak atau yang busuk. Makanlah buah yang masak setelah dicuci terlebih dahulu. Jangan minum minuman yang belum dimasak. Usirlah nyamuk yang akan mengigitmu. Begitu pula dengan lalat dan jangan kamu memakan makanan yang dihinggapinya. Jangan pula kamu seperti anak yang rakus yang memakan makanan yang dijual di pinggir jalan.

Termasuk kebiasaan yang berbahaya adalah berlebih-lebihan dan boros. Misalnya, seorang anak diberi uang oleh orang tuanya, kemudian membeli sesuatu yang tidak bermanfaat atau tidak dibutuhkannya. Berutang kepada teman-temannya apabila membutuhkan sesuatu dan membiasakan berutang sejak kecil. Adapun anak yang cerdas itu suka menyimpan dan menabung. Oleh karena itu, ia tidak pernah berutang sehingga ia akan hidup dalam ketenangan dan kesenangan.

Dari Ihya' Ulumiddin: Membela Al-Qur’an dengan Akhlak Mulia

05.43 Add Comment
Dari Ihya' Ulumiddin: Membela Al-Qur’an dengan Akhlak Mulia
Dari Ihya' Ulumiddin: Membela Al-Qur’an dengan Akhlak Mulia
Sore itu Ujang mengobrol dengan Haji Yunus. Di meja beliau ada kitab Ihya' Ulumiddin karya Imam al-Ghazali. Ujang lantas bertanya: "Banyak Ustad yang menekankan pentingnya kita ber-akhlak seperti akhlak Nabi Muhammad. Wak Haji, seperti apa sih akhlak Nabi kita itu?

Haji Yunus menarik sarungnya yang lusuh, lantas membuka kitab Ihya' di depannya, "Mari Ujang kita ngaji bersama untuk menjawab pertanyaanmu itu". Haji Yunus membaca dan menerjemahkannya:


‎كَانَ رَسُولُ الله صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَثِيرَ الضَّرَاعَةِ وَالِابْتِهَالِ دَائِمَ السُّؤَالِ مِنَ الله تَعَالَى أَنْ يُزَيِّنَهُ بِمَحَاسِنِ الْآدَابِ وَمَكَارِمِ الْأَخْلَاقِ فَكَانَ يَقُولُ فِي دُعَائِهِ اللهمَّ حَسِّنْ خُلُقِي وَخَلْقِي وَيَقُولُ اللهمَّ جَنِّبْنِي مُنْكَرَاتِ الْأَخْلَاقِ فَاسْتَجَابَ الله تَعَالَى دُعَاءَهُ وَفَاءً بِقَوْلِهِ عَزَّ وجل {ادعوني أستجب لكم} فأنزل عليه القرآن وأدبه به فكان خلقه القرآن
‎قال سعد بن هشام دخلت على عائشة رضي الله عنها وعن أبيها فسألتها عن أخلاق رَسُولِ الله صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَتْ أما تقرأ القرآن قلت بلى قالت كان خلق رسول الله صلى الله عليه وسلم الْقُرْآنَ


Nabi selalu memohon kepada Allah SWT supaya dihiasi dengan adab yang baik serta akhlak terpuji. Dalam doanya, beliau membaca: Ya Allah, baguskanlan rupa dan akhlakku. Dan beliau juga berdoa: "Ya Allah, jauhkan aku dari akhlak yang munkar," maka Allah mengabulkan doa beliau sesuai dengan firmanNya "Berdoalah kepada-Ku niscaya Kuperkenankan (permintaan) kamu itu" (QS al-Mu'min: 60). Allah turunkan Al-Qur’an kepada Nabi Muhammad dan dijadikan Al-Qur’an itu bahan pengajaran adab, maka jadilah akhlak Nabi Muhammad itu (seperti isi) Al-Qur’an.

Said bin Hisyam berkata, "Aku masuk menemui Siti Aisyah RA dan bertanya tentang akhlak Rasulullah Saw." Aisyah menjawab dan bertanya, "Apakah engkau membaca Al-Qur’an?" Aku menjawab, "Iya." Aisyah menjawab, "Akhlak Nabi SAW adalah Al-Qur’an."

**
Haji Yunus berkata: "Ujang, kalau akhlak Nabi itu Al-Qur’an, maka mari kita simak sejumlah ayat Al-Qur’an untuk memahami akhlak beliau SAW". Haji Yunus meneruskan membaca kitab Ihya':


‎وَإِنَّمَا أَدَّبَهُ الْقُرْآنُ بِمِثْلِ قَوْلِهِ تَعَالَى {خُذِ الْعَفْوَ وَأْمُرْ بِالْعُرْفِ وَأَعْرِضْ عَنِ الْجَاهِلِينَ} وَقَوْلِهِ {إِنَّ الله يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ} وَقَوْلِهِ {وَاصْبِرْ عَلَى مَا أَصَابَكَ إِنَّ ذَلِكَ من عزم الأمور} وقوله {ولمن صبر وغفر إن ذلك لمن عزم الأمور} وَقَوْلِهِ {فَاعْفُ عَنْهُمْ وَاصْفَحْ إِنَّ الله يُحِبُّ المحسنين} وقوله {وَلْيَعْفُوا وَلْيَصْفَحُوا أَلَا تُحِبُّونَ أَنْ يَغْفِرَ الله لكم} وَقَوْلِهِ {ادْفَعْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ فَإِذَا الَّذِي بينك وبينه عداوة كأنه ولي حميم} وقوله {وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ وَالله يُحِبُّ المحسنين} وَقَوْلِهِ {اجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ وَلَا تَجَسَّسُوا وَلَا يَغْتَبْ بَعْضُكُمْ بعضاً} ولما كسرت رباعيته وشج يوم أحد فجعل الدم يسيل على وجهه وهو يمسح الدم ويقول كيف يفلح قوم خضبوا وجه نبيهم بالدم وهو يدعوهم إلى ربهم فأنزل الله تعالى {ليس لك من الأمر شيء} تأديباً له على ذلك


Sungguh Al-Qur’an mengajarkan Rasulullah SAW adab kesantunan sebagaimana dalam ayat, "Jadilah Engkau pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang ma'ruf, serta berpalinglah dari pada orang-orang yang bodoh." (QS al-A'raf: 199)

Di lain ayat, Allah berfirman, "Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan." (QS al-Nah,: 90)

Dan firman Allah, "Bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah)." (QS Luqman:17)

Begitu juga dengan ayat "Orang yang bersabar dan memaafkan, sesungguhnya (perbuatan) yang demikian itu termasuk hal-hal yang diutamakan" (QS Asy-Syura: 43) dan "Maka maafkanlah mereka dan biarkan mereka, sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik" (QS al-Maidah:13). Kemudian, "Dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak ingin bahwa Allah mengampunimu?" (QS al-Nur:22).

Lanjut dengan ayat "Dan yang sanggup menahan marahnya, serta orang- orang yang mema’afkan (kesalahan) orang lain. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebaikan" (QS Ali Imran:134) dan "jauhilah kebanyakan prasangka (kecurigaan), karena sebagian dari prasangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain" (QS al-Hujurat:12).

Pada perang Uhud, gigi geraham Nabi patah sehingga darah mengucur keluar dan membasahi wajah beliau. Nabi berkata, "Bagaimana suatu kaum akan selamat jika mereka melumuri wajah Nabi mereka dengan darah, sedangkan Nabi mereka mengajak mereka kepada Tuhan" maka, Allah Swt menurunkan ayat, "Tak ada sedikitpun campur tanganmu dalam urusan mereka itu" (QS Ali Imran:128). Ayat-ayat ini bermakna membimbing Rasulullah SAW atas kejadian yang tengah dihadapinya.

**
Haji Yunus mulai berkaca-kaca matanya. Ujang terdiam menundukkan kepalanya. Haji Yunus meneruskan membaca kitab Ihya':

‎وَأَمْثَالُ هَذِهِ التَّأْدِيبَاتِ فِي الْقُرْآنِ لَا تُحْصَرُ وهو صلى الله عليه وسلم الْمَقْصُودُ الْأَوَّلُ بِالتَّأْدِيبِ وَالتَّهْذِيبِ ثُمَّ مِنْهُ يُشْرِقُ النُّورُ عَلَى كَافَّةِ الْخَلْقِ فَإِنَّهُ أُدِّبَ بِالْقُرْآنِ وَأَدَّبَ الْخَلْقَ بِهِ وَلِذَلِكَ قَالَ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بُعِثْتُ لِأُتَمِّمَ مَكَارِمَ الْأَخْلَاقِ
‎ ثُمَّ رغب الخلق في محاسن الأخلاق بما أوردناه في كتاب رياضة النفس وتهذيب الأخلاق فلا نعيده ثُمَّ لَمَّا أَكْمَلَ الله تَعَالَى خُلُقَهُ أَثْنَى عَلَيْهِ فَقَالَ تَعَالَى {وَإِنَّكَ لَعَلى خُلُقٍ عَظِيمٍ}


Ayat yang senada seperti di atas banyak dijumpai dalam Al-Qur’an. Semuanya itu dimaksudkan mula-mula yaitu untuk membimbing dan mengarahkan Nabi Saw. Dengan itu, maka sinar pelajaran dari Al-Qur’an dapat menyebar ke seluruh manusia.
Itulah sebabnya Rasulullah SAW bersabda: "Aku diutus untuk menyempurnakan akhlak mulia". Setelah Allah menyempurnakan akhlak beliau, lalu Allah memujinya: "Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung" (QS al-Qalam:4).

**
Ujang mengangkat tangan, "Wak Haji, adakah contoh praktis dari akhlak Nabi SAW?"

"Iya, ada..." Haji Yunus kemudian lompat ke lembaran berikutnya.

‎لما أتى بسبايا طيء وقفت جارية في السبي فقالت يا محمد إن رأيت أن تخلي عني ولا تشمت بي أحياء العرب فإني بنت سيد قومي وإن أبي كان يحمي الذمار ويفك العاني ويشبع الجائع ويطعم الطعام ويفشي السلام ولم يرد طالب حاجة قط أنا ابنة حاتم الطائي
‎فقال صلى الله عليه وسلم يا جارية هذه صفة المؤمنين حقاً لو كان أبوك مسلماً لترحمنا عليه خلوا عنها فإن أباها كان يحب مكارم الأخلاق وإن الله يحب مكارم الأخلاق فقام أبو بردة بن نيار فقال يا رسول الله الله يحب مكارم الأخلاق فقال والذي نفسي بيده لا يدخل الجنة إلا حسن الأخلاق



Ketika didatangkan sekelompok tawanan Thayyi-in, di antara tawanan tersebut ada seorang gadis belia. Dia berkata, "Hai Muhammad, sudikah engkau membebaskan aku, dan tidak mengecewakan musuh-musuhmu serta tidak mempermalukan orang-orang Arab? Sesungguhnya, aku adalah putri seorang pemimpin di kaumku. Bapakku bertugas melindungi daerahku, membebaskan tawanan, memenuhi kebutuhan orang yang membutuhkan, memberi makan, menyebarkan salam dan tidak pernah mengusir seseorang yang datang kepadanya untuk suatu keperluan. Aku adalah putri dari Hatim al-Tha'i"

Rasulullah Saw berkata, "Wahai budak perempuan, yang kamu sebut adalah semuanya sifat orang-orang mu'min. Andaikata bapakmu seorang Muslim, niscaya kami akan mendoakan rahmat baginya." Nabi lalu memerintahkan, "Bebaskan dia, sesungguhnya bapaknya menyenangi budi pekerti yang mulia." Lalu bangun berdiri Abu Bardah bin Niar, seraya-berkata : "Wahai Rasulullah! Allah menyukai akhlaq yang mulia!" Nabi Menjawab: "Demi Allah yang nyawaku dalam kekuatan-Nya! Tiada yang masuk surga kecuali orang yang bagus akhlaknya"

**
"Sampai di sini, mengertikah kamu, Ujang, bahwa Nabi pun memghormati akhlak non-Muslim dan menyanjungnya. Kita tentu malu sekarang kalau non-Muslim lebih banyak yang mengamalkan akhlak mulia ketimbang kita para pengikut Nabi Muhammad," tegas Haji Yunus. Beliau melanjutkan menerjemahkan:

‎عن معاذ بن جبل عن النبي صلى الله عليه وسلم قال إِنَّ الله حَفَّ الْإِسْلَامَ بِمَكَارِمِ الْأَخْلَاقِ وَمَحَاسِنِ الْأَعْمَالِ وَمِنْ ذَلِكَ حُسْنُ الْمُعَاشَرَةِ وَكَرَمُ الصَّنِيعَةِ وَلِينُ الْجَانِبِ وَبَذْلُ الْمَعْرُوفِ وَإِطْعَامُ الطَّعَامِ وَإِفْشَاءُ السلام وعيادة المريض المسلم براً كان أو فاجراً وتشييع جنازة المسلم وَحُسْنُ الْجِوَارِ لِمَنْ جَاوَرْتَ مُسْلِمًا كَانَ أَوْ كَافِرًا وَتَوْقِيرُ ذِي الشَّيْبَةِ الْمُسْلِمِ وَإِجَابَةُ الطَّعَامِ وَالدُّعَاءُ عَلَيْهِ وَالْعَفْوُ وَالْإِصْلَاحُ بَيْنَ النَّاسِ وَالْجُودُ والكرم والسماحة والابتداء بالسلام وكظم الغيظ والعفو عن الناس


Dari Muaz bin Jabal, Nabi Bersabda: "Sesungguhnya, Islam meliputi akhlak-akhlak yang terpuji dan perilaku yang baik." Adapun contoh dari akhlak yang terpuji adalah pergaulan yang baik, perbuatan terpuji dan perkataan yang lemah lembut, melakukan perbuatan yang ma'ruf, memberi makan tamu, menyebarkan salam, menziarahi orang Muslim yang sakit baik yang akhlaknya baik maupun yang buruk, mengantarkan jenazah Muslim, berlaku baik kepada tetangga baik yang Muslim maupun yang Kafir, memuliakan yang lebih tua, menghadiri undangan perjamuan makan dan mendoakannya, suka memaafkan, senang mendamaikan, bersifat pemurah, mulia, toleran, memulai memberi salam, menahan amarah dan memberi maaf orang yang minta maaf.

**
Haji Yunus menghela napas. "Masih panjang pembahasan comtoh-contoh akhlak Nabi yang dijelaskan oleh Imam al-Ghazali dalam kitab Ihya' ini. Silakan dibaca sendiri. Tapi intinya kamu sudah paham belum?"

Ujang mengangguk: "Intinya adalah akhlak Nabi itu Al-Qur’an."

Haji Yunus berkata: "Benar! Maka kalau kita bertekad membela Al-Qur’an maka kita harus membelanya lewat akhlak Nabi Muhammad yang digambarkan begitu indah dalam Al-Qur’an. Tentu mengherankan kalau kita hendak membela Al-Qur’an tapi dilakukan dengan cara yang jauh dari nilai-nilai akhlak yang terkandung dalam Al-Qur’an dan terwujud dalam contoh budi pekerti Nabi Muhammad yang agung."

Spontan Ujang berteriak: "takbiiirrrr!!!"

Nadirsyah Hosen, Rais Syuriyah PCI Nahdlatul Ulama Australia - New Zealand dan Dosen Senior Monash Law School

Jihad Melawan Narkoba

19.26 Add Comment
Jihad Melawan Narkoba
Jihad Melawan Narkoba
JANGAN lagi tanya seberapa bahaya dampak penyalahgunaan narkoba. Jangan lagi tanya seberapa besar kerugian ekonomi yang ditimbulkan. Lihatlah, setiap hari 50 orang meninggal dunia, setiap tahun Rp 65 triliun terbuang. Lebih dari cukup untuk menjadi bukti betapa bahaya narkoba dalam merusak dan menghancurkan generasi bangsa.

Lewat Al Qur’an, surat Al Maida ayat 90 dan 91, Allah Swt telah mengingatkan kita semua terkait bahaya narkoba, ”Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan.”

“Sesungguhnya syaitan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu lantaran (meminum) khamar dan berjudi itu, dan menghalangi kamu dari mengingat Allah dan sembahyang; maka berhentilah kamu (dari mengerjakan pekerjaan itu).”

Maka, inilah saatnya kita berjihad melawan narkoba. Berjihad untuk menyelamatkan anak-anak kita, generasi bangsa. Apalagi program anti-narkoba miskin anggaran, jauh berbeda jika dibandingkan dengan program anti-terorisme maupun radikalisme.

Padahal narkoba jauh lebih berbahaya karena yang diganggu konstruksi otak. Orang yang terkena edik (addiction/kecanduan) hidupnya menjadi ketagihan. Jika hari ini mengkonsumsi sekian miligram, beberapa bulan berikutnya naik baik secara kuantitatif (jumlah gram) maupun frekuensi.


Gerakan kerakyatan patut dilakukan, di antaranya yang dilakukan Muslimat NU, dimana-mana melakukan deklarasi Laskar Anti Narkoba.

Mereka yang edik berat ada yang setiap tiga jam harus mengkonsumsi, begitu seterusnya. Jadi sebenarnya kehidupan orang tersebut sudah terkooptasi narkoba, bukan terbeli karena dia pasti mengalami kesakitan luar biasa kalau tak mengkonsumsi.

Di sisi lain, kita sering bertutur: al ‘aqlussalim fil jismissalim (Akal yang sehat ada pada tubuh yang sehat). Kalau konstruksi otak terganggu, pastilah akal menjadi tidak sehat. Bisa dibayangkan kalau generasi muda tergoda narkoba dan sampai tak produtif, maka investasi SDM menjadi mubazir.

26 Juni, bertepatan dengan Hari Anti-Narkoba Internasional yang baru kita peringati, saatnya kita membangun kembali komitmen kepada seluruh masyarakat agar jangan gampang tergoda sesuatu yang kelihatannya menggiurkan.

Dalam waktu cepat, singkat dan tanpa harus menggeluarkan tenaga ekstra mereka mau menjadi kurir narkoba. Sedihnya lagi, saat ini kurir yang diambil kebanyakan anak-anak, usia 13-15 tahun. Simpel saja agar membawanya tidak berat, hanya beberapa gram. Tapi anak-anak ini kemudian menjadi korban dari sindikat mafia narkoba.

Inilah PR besar di bulan suci Ramadhan yang bisa dilakukan proses refleksi secara serius. Sehingga kita bisa melakukan jihad, melakukan kerja keras dengan sungguh-sungguh untuk melawan narkoba.

Gerakan kerakyatan patut dilakukan, di antaranya yang dilakukan Muslimat NU, dimana-mana melakukan deklarasi Laskar Anti Narkoba. Setelah deklarasi kemudian ada bimtek pengurus hingga tingkat ranting menjadi motivator dan penyuluh, kemudian dilantik di tingkatan masing-masing.

Ini harapan kita bersama: membangun gerakan kerakyatan melawan narkoba. Untuk bisa menyiapan SDM andal di Muslimat NU, maka PAUD, TK dan TPQ perlu disiapkan dengan riyadhoh yang tak boleh putus. Semoga Allah anugerahkan kita putra-putri yang saleh-salihah. Amin. ♦

Oleh: Dra Hj Khofifah Indar Parawansa MSi

Surga untuk Ayah

06.24 Add Comment
Surga untuk Ayah
Surga untuk Ayah
Mungkin ada di antara kita yang pernah bahkan sering mendengar kalimat tersebut entah itu teman dekat atau saudara kita, walau sudah sangat jelas sekali perintah yang Allah SWT berikan untuk kita sebagai sorang muslimah agar senantiasa menutup aurat kita dalam surat Al Ahzab ayat 59 yang artinya sebagai berikut. : "Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isteri engkau, anak-anak perempuan engkau dan isteri-isteri orang mu’min, supaya mereka menutup kepala dan badan mereka dengan jilbabnya supaya mereka dapat dikenal orang, maka tentulah mereka tidak diganggu (disakiti) oleh laki-laki yang jahat. Allah pengampun lagi pengasih".

Mereka merasa bahwa memakai jilbab harus siap dengan segala resiko yang akan mereka dapatkan dan tidak mau menggadaikan masa muda mereka yang penuh dengan kebebasan dan menunggu sampai menikah. Dengan dalih ketika mereka menikah mereka ingin benar- benar menjadi istri sholehah bagi suami mereka.

Duhai kawan....

Tak ingatkah engkau kepada sesosok lelaki yang selama ini memperjuangkanmu, membesarkanmu, dan mengkhawatirkanmu ketika kau belum juga kembali ke rumahmu padahal hari sudah malam, dan engkau malah mementingkan perasaan dan ingin melindungi orang asing yang belum pasti dari siksa api neraka.

Duhai kawan....

Tahukah engkau bahwa ketika kau melangkahkan kakimu selangkah dari rumahmu dengan membuka aurat, itu sama saja engkau selangkah menarik ayahmu menuju nerakaNya, sosok yang yang begitu sabar menunggumu siap untuk berhijab dan mampu menuntunnya menuju surgaNya malah engkau abaikan.

Duhai kawan.....

Ayahmu memang tak pernah senantiasa bersamamu, tak sedekat engkau dengan ibumu, tapi perjuangannya selama ini cukup menggambarkan betapa cintanya ia terhadapmu, betapa sayangnya ia padamu, maka janganlah engkau balas kasih sayangnya dengan sepercik api dari nerakaNya.

Duhai kawan....

Mari tuntun ayah kita dengan tidak melukai hatinya dan menunda menutup aurat kita dan membimbingnya menggapai surgaNya.


Sumber Link

Dulu Aku adalah Seorang Remaja Putri yang Nakal

06.15 Add Comment
Dulu Aku adalah Seorang Remaja Putri yang Nakal
Dulu Aku adalah Seorang Remaja Putri yang Nakal
DAHULU aku adalah seorang remaja putri yang nakal. Aku mengecat rambutku dengan warna warni setiap waktu dengan mengikuti mode yang sedang trend. Aku juga mengenakan pewarna kuku yang nyaris tidak pernah kuhapus, kecuali untuk merubah warnanya. Abayaku hanya kuletakkan di atas pundakku agar dapat menarik perhatian para pemuda.

Aku sengaja ke pasar dengan memakai wewangian dan perhiasan yang menarik. Iblis benar-benar telah menggodaku untuk melakukan semua dosa, yang kecil mau pun yang besar. Lebih dari itu semua, aku tidak pernah sujud kepada Allah sekali pun. Aku bahkan tidak tahu bagaimana mengerjakan shalat.

Yang lebih mengherankan adalah karena aku seorang guru dan pendidik anak-anak. Guru yang selalu dipandang dengan penuh penghormatan. Aku mengajar di salah satu sekolah yang terletak jauh dari kota Riyadh. Aku selalu meninggalkan rumahku setelah shalat shubuh, dan tidak kembali kecuali setelah shalat ashar. Yang penting waktu itu kami adalah sekelompok guru perempuan.

Di antara mereka, akulah satu-satunya yang belum menikah. Di antara mereka ada yang baru saja menikah, ada yang tengah mengandung. Ada pula yang sedang menjalani cuti melahirkan. Aku pula satu-satunya di antara mereka yang telah mencabut rasa malunya. Aku biasa ngobrol dan bercanda dengan sopir seperti ketika aku berbicara dengan salah satu kerabatku.

Hari demi hari berlalu, dan aku masih dalam kelalaian dan kesesatanku. Pada suatu pagi, aku bangun terlambat. Aku segera keluar dan mengendarai mobil yang biasa kami tumpangi.

Ketika aku naik ke mobil dan memperhatikan, ternyata di kursi belakang tidak ada orang lain selain diriku. Aku menanyakan itu kepada sopir, lalu ia menjawab, "Fulanah sakit, yang ini melahirkan."

Mendengar itu, di dalam hatiku aku mengatakan, "Baiklah, karena perjalanannya jauh, maka aku akan tidur hingga nanti kami tiba di tujuan."

Aku pun tidur di mobil dan tidak terbangun kecuali saat mobil itu berada di sebuah jalan yang rusak. Aku terbangun dengan penuh ketakutan. Aku membuka penutup jendela.

"Jalan apa ini? Apa yang telah terjadi? Pak sopir, kemana engkau membawaku?"

Dengan penuh kesetanan dia menjawab, "Sekarang engkau akan mengetahuinya."

Aku memperhatikannya dan aku pun tahu rencana busuknya. Maka dengan penuh ketakutan, aku pun mengatakan:

"Pak sopir, apakah engkau tidak takut kepada Allah?" Apakah engkau tahu hukuman atas perbuatan yang akan engkau lakukan?"

Dan entah ucapan apalagi yang kukatakan untuk menghalanginya melakukan niatnya. Yang pasti, aku tahu bahwa aku akan binasa.

Dengan penuh percaya dirinya pula si sopir itu mengatakan, "Engkau sendiri, apakah engkau tidak takut kepada Allah? Engkau tertawa-tawa dan bercanda denganku? Apakah engkau tidak tahu kalau engkau telah menggodaku? Dan aku tidak akan melepaskanmu hingga aku melakukan apa yang kuinginkan."

Aku pun menangis. Aku mencoba berteriak, tapi tempat itu begitu jauh. Tidak ada seorang pun selain aku dan sopir terlaknat itu. Ini adalah sebuah padang pasir yang menakutkan. Aku memelas dan lelah menangis. Hingga dengan penuh keputus asaan dan menyerah, aku mengatakan, "Kalau begitu biarkanlah aku mengerjakan shalat dua rakaat, siapa tahu Allah sudi mengasihaniku."

Ia pun setuju memenuhi permintaanku. Aku pun turun dari mobil seperti orang yang akan diseret menuju hukuman mati. Aku pun shalat. Itu adalah pertama kalinya aku mengerjakan shalat dalam hidupku. Aku shalat dengan perasaan takut dan pengharapan. Air mata memenuhi tempatku bersujud. Aku memelas kepada Allah agar mengasihiku dan menerima taubatku. Suara tangisku memecah keheningan tempat itu. Dengan cepat kematian terasa begitu dekat. Aku pun menyelesaikan shalatku.

Aku melihat mobil saudara laki-lakiku datang..!! Benar sekali, itu saudara laki-lakiku dan jelas sekali ia sengaja mendatangi tempat ini.

Aku tidak sempat lagi berpikir bagaimana ia bisa mengetahui tempatku ini. Tapi aku benar-benar gembira dan mulai meloncat-loncat memanggilnya. Sopir itu memarahiku, tapi aku tidak mempedulikannya.

Yang kulihat adalah saudaraku yang tinggal di Syarqiyyah dan saudaraku yang lain adalah yang tinggal bersama kami. Salah seorang dari mereka pun turun dan memukul sopir itu dengan sebuah kayu yang keras, lalu berkata, "Naiklah bersama Ahmad di mobil. Aku akan menaruh sopir ini di dalam mobilnya sendiri di pinggir jalan."

Aku pun segera naik ke mobil bersama Ahmad. Kebingungan menyelimutiku dan aku bertanya padanya, "Bagaimana kalian bisa mengetahui tempatku? Bagaimana engkau bisa jauh-jauh datang dari Syarqiyyah?"

"Nanti di rumah, engkau akan mengetahui semuanya," jawabnya.

Muhammad pun bergabung bersama kami, dan kami pun kembali ke Riyadh. Sementara aku masih tidak percaya dengan apa yang terjadi.

Ketika kami tiba di rumah, saudara-suadara ku itu mengatakan, "Pergilah menemui ibu dan sampaikan padanya apa yang terjadi. Kami akan kembali sebentar lagi."

Aku masuk menemuinya di dapur. Segera aku memeluknya sambik menangis. Aku ceritakan kisahku padanya

Lalu dengan penuh rasa kaget, ibu berkata, "Tapi memang Ahmad masih di Syarqiyyah! Sedang Muhammad masih tidur di kamarnya.

Kami pun pergi ke kamar Muhammad, dan ternyata memang ia masih tidur. Aku membangunkannya seperti orang gila dan bertanya, "Apa yang telah terjadi?"

Namun ia bersumpah atas nama Allah bahwa ia tidak pernah keluar dari kamarnya dan tidak tahu peristiwa yang aku alami.

Aku segera pergi ke tempat telepon lalu mengangkatnya -aku benar-benar hampir gila-. Aku menelpon Ahmad, tapi ia mengatakan, "Aku sekarang sedang di tempat kerjaku."

Setelah itu semua, aku menangis tersedu-sedu. Aku akhirnya sadar bahwa semua yang kualami adalah dua Malaikat yang diutus oleh Rabbku untuk menyelamatkan aku dari tindakan keji sang sopir itu. Aku memuji Allah atas itu semua. Dan itulah yang menjadi sebab aku mendapatkan hidayah. Segala puji hanya untuk Allah.

Tenggelam dalam Kenikmatan Dunia

06.11 Add Comment
Tenggelam dalam Kenikmatan Dunia
Tenggelam dalam Kenikmatan Dunia
Seorang berkata: "Saya sebenarnya adalah seorang pemuda yang Multazim (teguh menjalankan agama). Namun beberapa waktu terakhir ini saya merasa iman saya lemah. Ditandai dengan banyaknya saya melakukan maksiat seperti meninggalkan shalat atau mengakhirkannya, mendengarkan hal-hal yang tidak bermanfaat, dan tenggelam dalam berbagai kenikmatan dunia"

Dalam suatu kesempatan, Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin ditanya oleh seorang pemuda, "saya sebenarnya adalah seorang pemuda yang Multazim (teguh menjalankan agama). Namun beberapa waktu terakhir ini saya merasa iman saya lemah. Ditandai dengan banyaknya saya melakukan maksiat seperti meninggalkan shalat atau mengakhirkannya, mendengarkan hal-hal yang tidak bermanfaat, dan tenggelam dalam berbagai kenikmatan dunia. Dan saya sudah berusaha untuk menyadarkan jiwa saya dari keterpurukan ini, namun saya tidak sanggup. Dapatkan anda membimbing saya untuk dapat kembali ke jalan yang lurus yang bisa menyelamatkan saya dari keburukan jiwa saya?".

Syaikh menjawab:

Aku memohon kepada Allah agar memberikan hidayah kepadaku dan juga kepada anda. Dan jalan untuk menuju hidayah adalah dengan:

Bersemangat dalam membaca Al Qur’an dan mentadabburinya. Karena Al Qur’an itu dikatakan oleh Allah:

"Wahai Sekalian Manusia ! Sungguh telah datang kepada kalian pelajaran (Al Qur’an) dari Tuhan kalian, penyembuh bagi penyakit yang ada dalam dada, dan petunjuk serta rahmat bagi orang yang beriman" (Q.S Yunus : 57)

Kemudian juga dengan sebisa mungkin melihat kembali apa yang ada dalam perjalanan hidup Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam dan sunnah-sunnah beliau. Karena ini adalah penerang jalan bagi orang yang hendak menuju kepada Allah ‘azza wa jalla.

Bersemangat untuk berteman dengan orang-orang shalih dan bertaqwa. Yaitu para ulama rabbani dan teman-teman yang bertaqwa.

Sebisa mungkin menjauhi teman duduk yang buruk, yang disebutkan oleh Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam:

"berteman duduk yang buruk itu semisal dengan berteman dengan pandai besi. Bisa jadi pakaianmu ikut terbakar atau engkau mendapatkan bau yang tidak sedap"

Senantiasa sesalilah diri anda atas apa yang terjadi pada anda, yaitu perubahan diri anda tersebut, hingga penyesalan tersebut membuat anda kembali sebagaimana semula.

Jangan sampai masuk perasaan kagum ke dalam hati anda terhadap amalan shalih yang pernah anda lakukan. Karena perasaan kagum tersebut terkadang menghapus pahala amalan. Sebagaimana firman Allah Ta’ala :

"Mereka mengungkit keislaman mereka kepadamu. Katakan, "Janganlah kamu mengungkit keislaman kalian kepadaku, tetapi Allahlah yang memberikan kepada kalian hidayah kepada iman jika kalian adalah orang-orang yang benar"" (QS. Al Hujurat: 17).

Namun senantiasalah periksa amalan-amalan shalih anda, dan senantiasalah merasa kurang, sehingga membuat anda senantisa beristighfar kepada Allah ‘azza wa jalla. Dengan juga senantiasa berhusnuzhan kepada Allah Ta’ala. Karena seorang manusia ketika kagum dengan amalan shalihnya, dan ia merasa dirinya memiliki hak yang wajib ditunaikan oleh Allah, maka ini menjadi perkara yang berbahaya dan bisa menghapuskan pahala amalan.

Nas’alullah as salamah wal ‘afiah

Koleksi Pantun Nasehat Anak

06.03 Add Comment
CONTOH PANTUN NASEHAT ANAK. Disebut pantun nasehat karena di dalamnya terdapat wejangan-wejangan. Dalam suasana kasih serta cinta. Kepada anak-anak mutiara jiwa.
Koleksi Pantun Nasehat Anak
Koleksi Pantun Nasehat Anak


Wejangan adalah petuah, petunjuk, serta bimbingan. Agar anak-anak meniti jalan benar dalam kehidupan. Nasehat artinya tulus murni. Agar wejangan menyentuh hati. Bukan berasal dari api kemarahan. Sehingga anak membangun dinding penghalang.

Pantun merupakan penuntun; yang membimbing dengan santun. Dalam irama dan etika. Dalam nada dan hiburan. Maka pantun nasehat ini diberikan. Kepada saudara dan handai taulan. Moga-moga mendapat ajaran. Dapat dibawa dalam kehidupan.

CONTOH PANTUN NASEHAT ANAK UNTUK HORMATI ORANG TUA

Anak anda hendaknya mengerti. Orang tua mesti dihormati. Sebagai suara dari nurani. Sebagai ajaran budi pekerti. Orang tua adalah gerbang. Agar bahagia datang menjelang.

Jagalah olehmu. Hati perasaan Ayah dan Ibu. Jangan sesekali berkata "ah!". Saat orang tua memerintah. Turuti apa yang dikata. Sejauh selaras perintah agama. Agar hidupmu penuh pahala. Kelak hidup dicurahi berkah.

Orang tua ladang surga. Jika engkau laksanakan tuntunan agama. Dan memang setiap tindak tanduk. Menurut perintah agama haruslah tunduk.

Inilah pantun-pantun nasehat. Untuk anakanda pemantik semangat. Dengarlah dengan hati menyimak. Moga turun kepadamu segenap berkat.

Anak elang jatuh ke rawa
Ditolong oleh menjangan rusa
Kasih dan sayang orang tua
Selalu ada sepanjang masa

Hari rabu memetik kelapa
Airnya segar hilang dahaga
Hormati Ibu juga Bapak
Agar kelak masuk surga

Dari apa kue lemang
Dari ketan yang dipanggang
Waktu kecil kita ditimang
Ayah Ibu harus disayang

Bapak tani menanam tebu
Pembeli datang bertanya harga
Wahai ananda hormati Ibu
Karena Ibu jalan ke surga

Empek-empek ditambah cuka
Tak terbanding enaknya rasa
Coba lihat anak durhaka
Di dunia hidupnya tersiksa

Orang dahulu hidup di goa
Biawak hidup di dalam rawa
Turuti perintah orang tua
Tiap sholat tak lupa berdoa

Mana mungkin ada buaya
Coba lihat dengan cermat
Mana mungkin hidup bahagia
Jika pada orang tua tiada hormat

CONTOH PANTUN NASEHAT ANAK UNTUK BELAJAR RAJIN

Wahai ananda permata Ibunda. Kumpulkan ilmu di dalam qalbu. Sedalam-dalam yang engkau bisa. Walaupun jauh jalan yang kau tempuh. Ilmu laksana lentara. Api penerang di gelap gulita. Penunjuk jalan pemagar jiwa. Agar dirimu tidak terlena.

Ilmu sejati membawa kedamaian. Di dalam hati ilmu bersemayam. Pembawanya bagaikan padi. Makin tunduk jika berisi. Ilmu sejati membuat jiwa. Semakin permai wajahpun berwibawa. Karena ia mengenalkan kita. Kepada Tuhan Sang Pencipta.

Hendaklah kau luruskan niat. Hendak semangat haruslah bulat. Ilmu bukan untuk dunia. Bukan sebagai pengungkit harta. Bila ilmu memang ada. Harta datang dengan sendirinya. Karena segala yang bermanfaat. Akan menetap di muka Bumi. Meski apa yang terjadi.

Wahai ananda permata Ayahanda. Hormati guru pembawa cahaya. Ikhlas menerima sekalipun bercela. Karena merekapun adalah manusia.

Hendaknya engkau hormati guru. Agar tercurah segala ilmu. Karena semakin engkau merendah. Engkau akan luas seperti samudra. Jangan sombong jangan takabur. Kelak berkah ilmu menjadi luntur. Ilmu kelak tiada guna. Segala usahamu menjadi sia-sia.

Belajarlah engkau dengan tekun. Bagaikan sebutir benih di dalam kebun. Meskipun kecil terlihat mata. Lama-lama besar menjelma. Menggapai ilmu jangan menyerah. Apalagi mundur dan kalah. Kelak hati menjadi dungu. Budi pekerti engkau tak kan tahu. Berikut contoh pantun nasehat anak tentang belajar.

Bangau terbang iring-iringan
Terbang jauh satu kepakan
Al Quran adalah pegangan
Jangan pernah dilupakan

Tari piring tari saman
Tari lilin apinya berpijar
Al Quran adalah pedoman
Rajin-rajinlah ananda belajar

Mentari pagi sinarnya hangat
Berangkat kerja ke Pulau Rengat
Belajar haruslah semangat
Jangan tersalah pada niat

Kancil menulis di daun lontar
Ketika mentari telah bersinar
Belajar bukan sekedar pintar
Tapi menjadi pribadi benar

Memancing ikan diberi umpan
Agar datang si ikan toman
Ilmu ibarat kemudi sampan
Agar hidup di garis tujuan

Apa gunanya tumbuhan temu
Ramuan jamu dengan lengkuas
Bila hati dipenuhi ilmu
Jiwanya besar pikirannya luas

Ikan nila berpindah kolam
Mencari kawan namanya tiram
Jika ilmu semakin dalam
Jiwa berani hatinya tentram

Sungguh indah syair setanggi
Merangkai kata bagai hiasan
Ilmu itu harus tinggi
Jangan dunia sebagai batasan

Apa namanya kepala kereta
Namanya masinis bukan nakhoda
Apa tujuan ilmu kita
Tujuannya mengenal Sang Pencipta

Kolam penuh ikan sepat
Untuk dimasak di daun talas
Jika ingin ilmu manfaat
Cari guru yang tulus ikhlas

Elang terbang ke atas awan
Turun bangau badannya kumal
Bukan banyaknya pengetahuan
Ilmu adalah banyaknya amal

Ngengat mengejar kura-kura
Bertemu mereka di pelimbahan
Semangat bagai api membara
Tiada padam oleh godaan

Laut dalam tempat berenang
Tempat ikan bermain-main
Sehari seutas benang
Setahun menjadi sehelai kain

Lebah dipimpin seekor ratu
Mencari bunga dekat kencur
Air lembut menetes di batu
Lama-lama batupun hancur

Sepah tebu rasanya hambar
Bila dibakar pasti berkobar
Jika engkau terus bersabar
Ilmumu pasti akan lebar

Jangan tertipu dunia semu
Tinggal di dunia hanya sepagi
Jika engkau orang berilmu
Derajatmu pasti meninggi

Dari mana datangnya wahyu
Kepada Nabi wahyu turun
Dari mana datangnya ilmu
Dari belajar dengan tekun


CONTOH PANTUN NASEHAT ANAK DALAM BERTEMAN

Pergilah ke tengah taman
Menikmati bunga menawan
Carilah olehmu teman
Yang dapat dijadikan pedoman

Amat ternama bunga selasih
Bunga indah slalu berseri
Jika hatimu selalu bersih
Engkau akan dikelilingi kasih

JAGALAH

Contoh Pantun Nasehat Anak Untuk Menjaga Diri. Pantun akan kami sajikan. Untukmu ananda kasih pujaan. Moga engkau slalu dengarkan. Semua petuah jadi pedoman. Jagalah dirimu wahai ananda. Dari semua mara bahaya. Yang meletup dari dalam diri. Banyak insan tiada mengerti.

Jaga dirimu dari keburukan. Sifat jelek bisikan setan. Memang kadang sudah lumrah. Yang buruk itu terlihat indah. Namun jika engkau berilmu. Engkaupun pasti sudah tahu. Yang buruk kadang dihiasi. Keindahan berwana warni.

Namun tetaplah engkau setia. Kepada fitrah yang tercipta. Sebagai hamba dari Yang Esa. Patuhlah engkau senantiasa. Bila engkau bermaksiat. Rasa nikmat hanya sekejap. Sengsara jiwa sepanjang zaman. Di dunia pun dapat kau rasakan.

Rasa dosa rasa bersalah. Serta hidup yang menjadi susah. Adalah sebagai pertanda. Agar engkau pulang kembali pada-Nya. Itulah kasih sayang-Nya. Agar engkau tiada meneruskan. Perbuatan silap dan kerusakan. Kembali ke taman penuh kedamaian.

Berburu ke bukit kapur
Bawa senjata panah sangkur
Jaga diri dari kufur
Niscaya hidup penuh syukur

Kulit harimau elok disamak
Untuk tidur dengan nyenyak
Jaga diri dari tamak
Niscaya temanmu akan banyak

Pasar baru ramai marak
Tangan bertepuk mulut bersorak
Jaga diri dari congkak
Agar hidup tak luluh lantak

Air tertampung dalam tangki
Siram bunga agar tak mati
Jaga diri dari iri dengki
Niscaya sentosa relung hati

Tanam keladi tanam talas
Bawah matahari cahaya panas
Jaga diri dari malas
Niscaya punya banyak emas

Jalan-jalan ke Kota Medan
Pulangnya bawa burung bayang
Jaga diri dari godaan
Niscaya diri bertemu kejayaan

CONTOH PANTUN NASEHAT ANAK TENTANG AKHLAK TERPUJI

Hendaklah engkau hiasi diri. Dengan segenap akhlak terpuji. Sepanjang zaman yang kau lalui. Semasa nafas tersisa masih. Ingat-lah wahai ananda. Semua akhlak pasti tercatat. Tidak hilang tidak-lah cacat. Segenap kebaikan yang engkau lakukan. Akan berubah menjadi istana. Sebagian menjadi sungainya. Sebagian menjadi jiwa sentosa.

Tetapi ingatlah pula. Segala maksiat yang sesaat. Kan menjadi siksa tiada terkira. Di akherat penuh sengsara. Berharaplah mendapat surga. Dan takutlah pada neraka. Karena itulah perintah. Dari Allah dalam Kitab Suci-Nya.

Lalu carilah olehmu. Keridhaan Tuhan alam semesta. Agar Dia meridhai pula. Terhadap dirimu wahai ananda.

Mari nanda memanjat kelapa
Hari panas sangat dahaga
Adat baik bertutur sapa
Sopan santun harus dijaga

Cahaya terang sang matahari
Lebih terang dari pelita
Pandai-pandai membawa diri
Orang sayang hiduppun bahagia

Kacang tanah rasanya gurih
Tapi pedas si buah pala
Bantu teman jangan berpamrih
Kepada Allah mengharap pahala

Dari mana kain batik
Dari pasar tanjung pinang
Jaga lisan berkata baik
Niscaya orang menjadi senang

Perih sekali tertancap ilalang
Sangat sakit susah hilang
Tajamnya kata bagai pedang
Sekali terluka tetap terkenang

Pergi ke Padang berjalan kaki
Jangan letih dipaksakan
Luka pedang dapat diobati
Luka hati susah disembuhkan

Emas perak tersimpan di rongga
Banyak yang suka mutiara
Berbuat baik kepada tetangga
Niscaya diri banyak saudara

Di manakah hidupnya ikan-ikan
Di laut dalam mereka berenang
Salahnya orang dimaafkan
Jiwa besar hatimu lapang

SHOLAT JUMAT

Bertemu teman mesti menyapa
Jika hujat terjadi kilat
Coba lihat jam berapa
Jam sebelas berangkat sholat

Jangan membuang air beras
Pada bunga kita siramkan
Ayo mandi lekas-lekas
Sholat Jumat akan ditegakan

Ayam diintai oleh rubah
Jamu pahit sedang diseduh
Jika khatib sedang khutbah
Simak ia jangan bergaduh

Pohon rindang banyak dahan
Jangan dahan dipatahkan
Hadapkan hati kepada Tuhan
Ayah dan Ibu engkau doakan

Di eropa hujan salju
Memang cuacanya sudah lain
Pulang sholat ganti baju
Makan dahulu barulah main

Pasar baru tempanya kain
Pergi ke sana beli satu
Silakan ananda pergi main
Jangan sampai lupa waktu

Ikan mabuk terkena tuba
Ambil ketika tuba mendera
Jika petang sudah tiba
Pulang ke rumah dengan segera

Membeli bawal dapat tenggiri
Karena pikiran tidak tertib
Segera mandi bersihkan diri
Lalu tunaikan sholat magrib

Tali kekang terikat kendur
Kudanya lari entah kemana
Bila malam segera tidur
Bergadang itu tiada guna

BERSYUKUR

Berkicau merdu burung tekukur
Kepakan sayap terbang kabur
Selalulah belajar bersyukur
Niscaya rezeki tambah subur

Tekukur turun memakan sepat
Anak kera membawa lepat
Jika syukur menjadi sifat
Segenap bahagia ananda dapat

Memetik padi bersisa masih
Sisa dipatuk si burung nuri
Syukur itu berterimakasih
kepada Tuhan Maha Pemberi

Jika padi dimakan tekukur
Jangan lempar dengan lumpur
Jika Nanda tiada bersyukur
Artinya hidup dalam kufur

Burung tekukur berlaksa-laksa
Merdu sekali bunyi kicaunya
Orang kufur mendapat siksa
Di akherat dan di dunia

CONTOH PANTUN NASEHAT ANAK AGAR JUJUR JANGAN BERDUSTA

Hidup itu mesti jujur. Agar badan mendapat mujur. Bukan saja mujur di dunia. Moga mujur di akherat kelak. Jauhkan darimu dusta. Karena dusta dibenci oleh Yang Esa. Tinggalkanlah jangan kau teruskan. Semoga engkau mendapat kemaafan.

Meski apapun terjadi. Kejujuran tetap terpatri. Ia tak boleh lepas. Harus menyatu bagaikan nafas. Jika jujur selalu. Tiada takut dalam hatimu. Karena engkau dalam kebenaran. Maka ketentraman bersemayam.

Tunggu kabar tunggu berita
Kepada orang ditanyakan
Jangan bohong haramkan dusta
Apa yang benar engkau katakan

Hutan bakau menjadi taman
Agar pantai tiada hancur
Jika engkau ingin berteman
jauhkan dusta besarkan jujur

Makan di lepau naik pedati
Potong nilam pakai pisau
Jika engkau jujur hati
Hidup tentram jauhlah risau

Syahadat itu yang pertama
Mesti diresap sejiwa raga
Jujur itu landasan agama
Teguh dipegang sekuat tenaga

Puteri suka bunga petunia
Tanamnya di taman luas lega
Jangan mengharap pahala dunia
Jujur kita untuk ke surga

Terhampar luas bukit hijau
Hijau karena warna rumput
Dusta itu bagaikan ranjau
Membuat engkau jadi penakut

Sampan perahu mengejar kayak
Dari hulu tak kena-kena
Dusta itu bagaikan riak
Membuat hati gundah gulana

Matahari bercahaya silau
Anak negeri pergi merantau
Dusta itu bagaikan pisau
Membuat pikiran selalu risau

BEKERJA KERAS JANGAN MALAS

Ibu merenda adik main layang
Anak Melayu bermain gada
Wahai nanda yang kusayang
Dengarkan olehmu nasehat ayahanda

Air tajin menyiram talas
Membeli bumbu duitnya di laci
Hiduplah rajin jangan malas
Orang malas banyak yang benci

Tuan raja belajar menari
Ditemani para hulubalang
Hidup rajin bagaikan mentari
Kelak hidupmu akan cemerlang

Kucing hutan belang di kaki
Dipungut oleh anak petani
Rajin itu mengundang rezeki
Membuat mudah hidup ini

PENUTUP

Kereta berjalan di atas roda
Raja menghela memberi tanda
Dengarkanlah wahai ananda
Cukup-lah nasehat dari ayahanda

Bahtera berlayar ke Selat Sunda
Gelombangnya besar senantiasa
Turuti-lah nasehat ibunda
Kelak hidupmu makmur sentosa

Cukup sampai di sini kiranya dari pantun seribu. Tidak pernah berhenti berharap bahwa setiap pantun yang disampaikan, memberi kebaikan kepada Anda semua. Tidak terkecuali CONTOH PANTUN NASEHAT ANAK di atas.