Wafatnya Nabi Muhammad SAW

20.27
Wafatnya Nabi Muhammad SAW

Wafatnya Nabi Muhammad SAW. Dua bulan setelah menunaikan ibadah haji wada’ di Madinah, Nabi Muhammad SAW sakit demam. Meskipun badannya mulai lemah, ia tetap memimpin shalat berjamaah. Baru setelah kondisinya tidak memungkinkan lagi, yaitu 3 hari menjelang wafatnya, ia tidak mengimami shalat berjamaah. Sebagai gantinya ia menunjuk Abu Bakar sebagai imam shalat. Tenaganya dengan cepat semakin berkurang. Pada tanggal 13 Rabiulawal 11/8 juni 632, Nabi Muhammad SAW menghembuskan nafasnya yang terakhir di rumah istrinya, Aisyah binti Abu Bakar, dengan wasiat terakhir, “ingatlah shalat, dan taubatlah….”.

Setelah Khadijah meninggal, Nabi Muhammad menikah lagi sebanyak 10 kali, sehingga jumlah wanita yang menjadi istrinya ada 11 orang. Kesebelas wanita ini disebut sebagai Ummul Mukminin (ibu dari orang-orang yang beriman). Sebutan tersebut menunjukan bahwa para istri Nabi SAW adalah wanita-wanita yang terpilih dan dimuliakan Allah SWT.


Nabi SAW menikahi para wanita itu karena beberapa alas an, antara lain :
  1. Untuk melindungi mereka dari tekanan kaum musyrikin.
  2. Membebaskannya dari status tawanan perang, dan mengangkat derajatnya.
  3.  Tidak jarang pernikahan yang dilakukan Nabi Muhammad SAW menciptakan hubungan perdamaian antara dua suku yang sebelumnya saling bermusuhan.

Para Ummul Mukminin itu adalah :
  1. Khadijah binti Khuwailid
  2. Sa’udah binti Zam’ah
  3. Aisyah binti Abu Bakar as-Sidiq
  4. Zainab binti Huzaimah bin Abdullah bin Umar
  5. Juwairiyah binti Haris
  6. Sofiyah binti Hay bin Akhtab
  7. Hindun binti Abi Umaiyah bin Mugirah bin Abdullah bin Amr bin Mahzum
  8. Ramlah binti Abu Sufyan
  9. Hafsah binti Umar bin Khattab
  10. Zainab binti Jahsy bin Ri’ah bin Ja’mur bin Sabrah bin Murrah
  11. Maimunah binti Haris

  12. Beberapa dari istri Nabi SAW ini juga menjadi periwayat hadits, yaitu Aisyah, Hafsah dan Zainab binti Jahsy

Previous
Next Post »
0 Komentar