Tampilkan postingan dengan label silsilah sunan giri ke bawah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label silsilah sunan giri ke bawah. Tampilkan semua postingan

Asal Usul Sunan Giri – Cerita Raden Paku – Syekh Maulana Ishaq

10.37 Add Comment
sejarah hidup sunan giri, istri sunan giri, metode dakwah sunan giri, ajaran sunan giri, keturunan sunan giri, peninggalan sunan giri, sunan giri sunan kidul, silsilah sunan giri ke bawah.

Cerita islami kali ini menceritakan salah satu anggota wali songo, yaitu ceritaasal usul sunan giri yang memiliki nama asli raden paku, oleh ibu angkatnya diberi nama joko samudro karena ditemukan di laut, kemudian oleh gurunya yaitu sunan ampel, beliau diberi nama Syekh Maulana Ishaq. Untuk lebih jelasnya silahkan simak cerita sunan giri di bawah ini

Asal Usul Sunan Giri – Cerita Raden Paku – Syekh Maulana Ishaq
Asal Usul Sunan Giri – Cerita Raden Paku – Syekh Maulana Ishaq

Sunan Giri adalah putra syekh maulana ishaq, seorang ulama dari gujarat yang menetap di pasai, yang kini bernama aceh. Ibunya bernama dewi sekardadu, putri raja hindu blambangan, jawa timur, yang bernama prabu menak sembuyu.Kisah sunan giri bermula ketika maulana ishaq tertarik untuk mengunjungi jawa timur karena ingin menyebarkan agama islam. setelah bertemu dengan sunan ampel yang masih sepupunya, maka ia disarankan berdakwah di daerah blambangan, sebelah selatan banyuwangi, jawa timur. Ketika itu, masyarakat blambangan sedang tertimpa wabah penyakit. Bahkan putri raja blambangan, dewi sekardadu, ikut terjangkit. Semua tabib tersohor tidak berhasil mengobatinya.

Asal usul sunan giri – Akhirnya, sang raja mengumumkan sebuah sayembara. “Barang siapa yang berhasil mengobati sang dewi, jika seorang laki-laki maka ia akan dijodohkan dengannya. Jika perempuan maka ia akan dijadikan saudara angkat sang dewi” katanya

Tadi, tidak ada seorang pun yang sanggup memenangkan sayembara itu. di tengah keputusasaan, sang prabu mengutus bajul sengara mencari pertapa sakti. Dalam pencarian itu, sang patih sempat bertemu dengan seorang pertapa sakti yang bernama resi kandayana. Dan, resi inilah yang memberi informasi tentang syekh maulana ishaq. Rupanya, maulana ishaq mau mengobati dewi sekardadu, jika prabu menak sembuyu dan keluarganya bersedia masuk islam.

Setelah dewi sekardadu sembuh, syarat maulana ishaq pun dipenuhi. Seluruh keluarga raja memeluk agama islam. Setelah itu dewi, sekardadu dinikahkan dengan maulana ishaq. Sayangnya, prabu menak sembuyu tidak menjadi seorang muslim dengan sepenuh hati. ia malah iri menyaksikan maulana ishaq berhasil meng Islam kan sebagian besar rakyatnya. Lalu ia berusaha menghalangi syiar islam, bahkan mengutus orang kepercayaannya untuk membunuh maulana ishaq.

Baca juga : Cara berdakwah Wali Songo Pertama – Maulana Malik Ibrahim

Pada akhirnya, maulana ishaq meninggalkan blambangan dan kembali ke pasai, aceh, karena merasa jiwanya terganggu. Sebelum berangkat ia hanya berpesan kepada dewi sekardadu yang sedang mengandung tujuh bulan agar anaknya diberi nama raden paku. Setelah bayi laki-laki itu lahir, prabu menak sembuyu melampiskan kebenciannya kepada anak maulana ishaq dengan membuatnya ke lau dalam sebuah peti.

Menurut buku kisah teladan wali songo, peti tersebut ditemukan oleh awak kapal dagang dari gresik yang sedan menuju pulau bali. Bayi tersebut kemudian diserahkan kepada nyai ageng pinatih, pemiliki kapal tersebut. Maka, bayi yang kelak dikenal sebagia Sunan giri dijadikan anak angkat nyai ageng pinatih, seorang saudagar kaya raya, dari gresik.

Sejak saat itu, bayi laki laki yang kemudian dinamai Joko Samudro itu diasuh dan dibesarkan oleh Nyi Ageng pinatih. Joko samudro yang menginjak usia tujuh tahun dititipkan di padepokan Sunan Ampel di surabaya untuk belajar agama islam. Lalu, anak itu diberi gelar oleh Sunan Ampel dengan sebutan “Maulana ainul yaqin” karena kecerdasannya.

Setelah bertahun tahun belajar agama di padepokan, joko samudro dan putra sunan ampel, raden maulana makhdum ibrahim (sunan bonang), diutus sunan ampel untuk menimba ilmu di makka. Tapi, mereka harus singgah terlebih dahulu untuk menemui syekh maulana ishaq, yang sesungguhnya ayah dari joko samudro atau raden paku.

Ternyata, Sunan Ampel ingin mempertemukan raden paku dengan ayah kandungnya. Akhirnya, ayah dan anak itu pun bertemu. Setelah belajar selama tujuh tahun di pasai kepada syekh maulana ishaq, mereka kembali ke jawa. Pada saat itulah, maulana ishaq membekali raden paku dengan segenggam tanah, lalu memintanya mendirikan pesantren di sebuah tempat yang warna dan bau tanahanya sama dengan yang diberikannya. Itulah sepenggal kisah asal usul sunan giri, semoga dapat menambah wawasan kamu mengenai asal usul para anggota wali songo.

Sumber Link

Rencana dan Usaha Sunan Giri Mendirikan Pesantren

10.27 Add Comment
sejarah hidup sunan giri, istri sunan giri, metode dakwah sunan giri, ajaran sunan giri, keturunan sunan giri, peninggalan sunan giri, sunan giri sunan kidul, silsilah sunan giri ke bawah.

Rencana dan Usaha Sunan Giri Mendirikan Pesantren
Rencana dan Usaha Sunan Giri Mendirikan Pesantren

Cerita islam ini masih merupakan lanjutan dari kisah salah satu wali songo, yaitu sunan giri atau yang memiliki nama asli raden paku. Di sini akan diceritakan mengenai usaha Sunan Giri mendirikan pesantren. Mendirikan pesantren merupakan pesan dari ayahnya. Untuk tahu lebih detail mengenai kisah pendirian pesantren oleh sunan giri, silahkan simak cerita lengkapnya di bawah ini

Usaha Sunan Giri Mendirikan Pesantren

Nyai ageng pinatih semakin kaya raya, sehingga raden paku mulai mengurangi waktunya sebagai saudagar dan memusatkan pikirannya untuk membangun pesantren. Utuk mengirim barang ke banjar, beliau cukup mempercayakan kepada pegawainya.

Baca juga : Kisah Murid Sunan Kalijaga yang Terkenal – Sunan Tembayat - Sunan Geseng

Selama empat puluh hari, raden paku bertafakkur (merenung) di sebuah gua. Ia bersimpuh dan meminta petunjuk kepada Allah SWT. rupanya, ia ingin mendirikan pesantren. di tengah keheningan malam, pesan ayahnya kembali terngiang, “kelak, bila tiba masanya, dirikanlah pesantren di gresik”

Sebetulnya, pesan itu tidak terlalu sulit. Tapi, raden paku diminta mencari tanah yang sama persis dengan tanah dalam sebuah bungkusan pemberian ayahnya. Ia berangkat mengembara seetelah selesai merenung. Kemudian, ia mendirikan pesantren giri di sebuah desa sidomukti, kebonmas. Sejak saat itu, raden pakue dikenal sebagai sunan giri.

Konon, pesantren giri terkenal ke seluruh penjuru jawa, bahkan namanya sampai ke madura, lombok, kalimantan, sulawesi, dan maluku. Murid sunan giri juga bertebaran hingga ke cina, mesir, arab dan eropa. Pesantren giri merupakan pusat ajaran tahuid dan fiqh. Sebab, sunan giri meletakkan ajaran islam di atas al qur an dan sunnah rasul.

Sunan giri pemimpin kaum putihan

Sunan giri tidak mau berkompromi dengan adat istiadat, yang dianggapnya merusak kemurnian islam. Karena itu, sunan giri dianggap sebagai pemimpin kaum “putihan”; aliran ini didukung oleh Sunan Ampel dan Sunan Rajat. Tapi, sunan kalijaga menganggap cara berdakwah sunan giri kaku. Menurut sunan kalijaga, dakwah hendaknya menggunakan pendekatan kebudayaan, misalnya dengan penggunaan wayang. Paham ini mendapat sokongan dari sunan bonang, sunan muria, sunan kudus, dan sunan gunung jati. Perdebatan para wali ini sempat memuncak ketika peresmian masjid demak.

Kelompok sunan kalijogo atau Aliran tuban ingin meramaikan peresmian masjid dengan wayang. Tapi menurut sunan giri, menonton wayang tetap haram, karena gambar wayang itu berbentuk manusia. Akhirnya, sunan kalijaga mencari jalan tengah. ia mengusulkan bentuk wayang diubah menajadi tipis dan tidak menyerupai manusia. Sejak itu, wayang beber berubah menjadi wayang kulit. Ketika sunan ampel wafat, SUnan giri diangkat menjadi penggantinya. Dan dia diberi gelar prabu satmata atas usulan sunan kalijaga.

Menurut buku kisah teladan wali songo, diriwayatkan bahwa pemberian gelar itu jatuh pada tanggal 9 maret 1487, yang kemudian ditetapakn sebagia hari jadi kabupaten gresik.

Di kalangan wali sanga, sunan giri juga dikenal sebagai ahli politik dan ketatanegaraan. ia pernah menyusun peraturan ketataperajan dan pedoman tata cara di keraton. Pandangan politikna pun dijadikan rujuan. Bahkan, kemunculan sebagai kerajaan islam, seperti demak, pajang yang terletak di surakarta, dan mataram yang terletak di yogyakarta tidak terlepas dari peranan sunan Giri. Pengaruhnya juga melintas sampai ke luar pulau jawa, seperti makasar, hitu, ternate. konon, seorang raja baru dikatakan sah jika sudah direstui sunan giri.




Ketika kerajaan majapahit runtuh karena diserang raja girindrawardhana dari kalin kediri, pada tahun 1478 M. sunan giri dinobatkan menjadi raja peralihan. Selama empat puluh hari, beliau memangku jabatan tersebut. Setelah itu, ia menyerahkan kepada raden patah, putra raja majapahit, brawijaya kertabhumi.

Sejak itu, kerajaan demak bintoro berdiri dan danggap sebagai kerajaan islam pertama di jawa. Padahal, sebenarnya sunan giri telah menjadi raja di giri kedaton sejak 1470 M. Namun, pemerintahan giri lebih diknela sebagi peemerintahan ulama dan pusat penyebaran islam.

Kini, jejak bangunan pesantren giri hampir tiada. tapi, jejak dakwah sunan giri masih membekas. Keteguhan sunan giri memurnikan agama islam juga diikuti para penerusnya. Pada 1506 M, sunan giri wafat dan dimakamkan di desa giri, kecamatan kebonmas, kabupaten gresik, jawa timur.

Sumber Link

Kisah Sunan Giri Menikah dengan Dua wanita dalam Satu Hari

19.54 Add Comment
sejarah hidup sunan giri, istri sunan giri, keturunan sunan giri, ajaran sunan giri, metode dakwah sunan giri, sunan giri sunan kidul, silsilah sunan giri ke bawah, peninggalan sunan giri.

Kisah Sunan Giri Menikah dengan Dua wanita dalam Satu Hari
Kisah Sunan Giri Menikah dengan Dua wanita dalam Satu Hari
Cerita islami kali ini mengisahkan tentang salah satu wali songo di jawa, yaitu sunan giri yang menikah dengan dua orang wanita, dalam satu hari sekaligus. Sebelum membaca cerita di bawah ini, jangan berburuk sangka pada beliau. Agar lebih jelas, silahkan simak cerita lengkap di bawah ini :

Baca juga : Sejarah Masuknya Islam di Nusantara

Pernikahan Sunan Giri

Beberapa tahun kemudian, raden paku menikah. Bukan menikah seperti yang dilakukan orang kebanyakan, pernikahan raden paku atau sunan giri tergolong unik. karena beliau menikahi dua wanita sekaligus dalam sehari. Siapakah dua perempuan itu? mereka adalah dewi murtasiyah yang merupakan putri dari sunan ampel, dan Dewi Wardah yang merupakan putri sunan bungul. Sunan bungul adalah bangsawan majapahit yang masuk islam dan menetap di surabaya.

Sunan ampel merasa tertarik dengan kepribadian dan kecerdasan muridnya yang lluar biasa bernama raden paku. Karena itu, beliu hendak menjodohnya putrinya yang bernama dewi murtasiyah. Kebetulan pula raden paku dan dewi murtasiyah telah saling jatuh cinta, maka sunan ampul mulai merencanakan pernikahan mereka berdua. Namun, sebeleum perniakah anatara raden paku dengan dewi murtasiyah dilaksanakan, terjadi suatu peristiwa yang sangat mengejutkan.

Asal Mula Mengapa Raden Patah Menikahi Dua Wanita

Suatu hari raden paku lewat depan rumah seorang bangsawan yang bernama ki ageng bungkul. Di depan rumah bangsawan tersebut terdapat pohon delima, apabila buahnya menimpa orang yang lewat di bawahnya, maka orang tersebut akan meninggal dunia. Namun ketika raden paku tertipa buah delima itu, tidak terjadi apa apa padanya. Ia hanya menengok saja dan memungut buah delima tersebut.

Ki ageng bungkul yang menyaksikan kejadian itu, dirinya merasa kaget. Ia telah bernadzar jika ada orang ketika melewati rumahnya tertimpa buah delima dan selamat (tidak meninggal dunia), maka orang tersebut akan dijodohkan dengan putrinya yang bernama dewi wardah.

Ki ageng bungkul berkata, “Hai pemuda, aku akan menjadikanmu menantu. Sebabm hanya engkaulah yang selamat ketika tertimpa buah delima”

Raden paku merasa kaget dan bingung mendengar ucapan Ki Ageng Bungkul. Sebab, ia akan melangsungkan pernikahan dengan putri sunan ampel, dewi murtasiyah, pada hari itu. Kemudian, ia menceritakan kejadian itu kepada sunan ampel. Calon mertuanya menjawab, “terima saja karena hal itu sudah menjadi suratan takdir”. Lalu ia berkata lagi, “pohon itu sudah lama hendak ditebang, tetapi selalu gagal. Padahal, banyak orang sudah menjadi korban.”

Raden Paku kaget dan terperangah mendengar cerita yang dikatkan sunan ampel. Ia pun menjawab, “bukankah saya akan menikah dengan putri kanjeng sunan?”. Kemudian sunan ampel menjawab, “tidak apa apa jika sehari dua kali. sebab, kejadian yang kamu alami bukan kehendakmu sendiri. Itu sudah menjadi takdir Gusti Allah”

Akhirnya, terjadilah perkawinan dua kali dalam sehari antara raden paku atau sunan giri dengan Dewi Wardah dan Dewi Murtasiyah.

Jadi bisa disimpulkan bahwa sunan giri menikahi dua wanita bukan karena nafsu atau keinginan duniawinya, tapi karena sudah menjadi kehendak Allah SWT, melalui kejadian yang tidak terduga.


Sumber Link