Tampilkan postingan dengan label wali songo. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label wali songo. Tampilkan semua postingan

Kisah Sunan Drajat Mendirikan Pesantren di Jelag

10.48 Add Comment
Kisah Sunan Drajat Mendirikan Pesantren di Jelag
Kisah Sunan Drajat Mendirikan Pesantren di Jelag
Sunan Drajat mendirikan pesantren setelah menetap cukup lama di jelag. Tidak memerlukan waktu yang lama untuk membuat banyak orang untuk berguru kepadanya. Karena cara berdakwah yang digunakannya sangat bijsaksana. Ia tidak segan memberikan pertolongan kepada masyarakat yang mengalami kesengsaraan, yaitu anak-anak yatim piatu, orang orang sakit, fakir dan miskin. di setiap kesempatan dakwah ia juga mengemukakan ajaran islam yang menyangkut masalah sosial.
Raden qasim menyadari bahwa hakikat kelangsungan hidup manusia di dunia adalah memenuhi segala kebutuhan hidup mereka. Karena itu, mereka memerlukan cara berserikat, tolong menolong, dan saling membantu antara sesama manusia. Kebutuhan untuk berkelompok (bermasyarakat) ini merata pada segala tingkatan, golongan manusia, bangsa, dan suku, baik itu laki laki atau perempuan.
Setahun kemudian raden qasim pindah kesebelah selatan, yaitu kira kira  1 km dari desa jelag. Di sana, ia mendirikan mushola yang sekaligus dimanfaatkan seagai tempat berdakwah. Tiga tahun kemudia, ia pindah lagi ke sebuah bukit yang disebut dalem duwur, yang mempunyai arti rumah yang berada di tempat yang tinggi (bukit). Rumah ini terletak di desa derajat. di derah ini, ia mendapatkan gelar sunan drajat.
Di tempat yang baru, raden qasim menggunakan alat kesenian rakyat untuk menyampaikan dakwahnya. Ia mengumpulkan orang-orang dengan menabuh seperangkat gamelan. Dan, setelah mereka berkumpul, ia memberi ceramah tentang kebenaran agama islam. Itulah salah satu kecerdikan dari sunan drajat atau raden qasim dalam melakukan pendekatan kepada lapisan masyarakat. ia mampu menggunakan kesenian sebagai media dakwah.


http://ceritaislami.net/kisah-cerita-sunan-drajat-mendirikan-pesantren-di-jelag/

Kisah Brahmana Sakti dari India yang Bertekuk lutut pada Sunan Bonang

10.40 Add Comment
Kisah Brahmana Sakti dari India yang Bertekuk lutut pada Sunan Bonang
Kisah Brahmana Sakti dari India yang Bertekuk lutut pada Sunan Bonang



Cerita islami ini menceritakan kisah seorang yang bernama Brahamana Sakti dari India, ia datang ke tanah jawa ingin menemui Sunan Bonang. Ada perlu apakah dia dengan sunan bonang? ketahui selengkapnya pada cerita di bawah ini.
Pada suatu ketika, ada seorang bernama brahmana sakti dari india yang berlayar ke tuban. Tujuannya hendak mengadu kesaktian dan berdebat mengenai masalah keagamaan dengan sunann bonang. Namun, ketika ia berlayar menuju tuban, perahu yang ditumpanginya terbalik dihantam badai. Walaupun ia dan para pengikutnya berhasil menyelamatkan diri, tetapi seluruh kitab tujuan yang hendak dipergunakan untuk berbedat dengan sunan bonang telah tenggeam ke dasar laut.
Di tepi pantai, mereka melihat seorang lelaki berjubah putih sedang berjalan sembari membawa tongkat. Mereka menghentikan lelaki itu dan menyapanya. Lelaki berjubah putih itu menghentikan lahnya, lalu menacapkan tongkatnya ke pasir.
“Saya datang dari india hendak mencari seorang ulama besar bernama Sunan Bonang,” Kata sang Brahmana
“untuk apa Tuan mencari Sunan Bonang?” tanya lelaki itu
“Saya akan mengajaknya berdebat mengenai masalah keagamaan,” kata sang brahmana.
“Tapi kitab-kitab yang sawaya bawa telah tenggelam ke dasar laut.”
Tanpa banyak bicara, lelaki itu mencabut tongkatnya yang menancap di pasir. Secara mendadak, air tersembur dari lubang tongkat itu. Air tersebut membawa keluar seluruh kitab yang di bawa sang brahmana
“Itukah kitab kitab tuan yang tenggelam ke dasar laut?” tanya lelaki itu.
Sang brahmana dan pengikutnya memeriksa kitab kitab itu. ternyata benar, kitab kitab itu miliknya sendiri. Hatinya berbeda-debar sembari menduga sosok lelaki berjubah putih itu yang sebenarnya.
“Apa nama daerah tempat saya terdampar ini?” tanya sang brahmana
“Tuan berada di pantai Tuban” jawab lelaki itu
Tiba tiba, sang brahmana dan para pengikutnya menjatuhkan diri berlutut di hadapan lelaki itu. Mereka sudah dapat menduga bahwa lelaki berjubah putih itu adalah sunan bonang. Sebab, tidak ada orang sakti berilmu tinggi yang berada di kota Tuban selain sunan bonang. Sang brahmana tidak jadi melaksanakan niatnya menantang Sunan bonang untuk beradu kesaktian dan berdebat masalah keagamaan. Kemudian, ia justru berguru kepada sunan Bonang, bahkan ia menjadi pengikut sunan bonang yang setia. Pada akhirnya, sunan bonang meninggal dunia pada tahun 1525 m dan dimakamkan di kota tuban, jawa timur.

http://ceritaislami.net/kisah-brahmana-sakti-dari-india-yang-bertekuk-lutut-pada-sunan-bonang/

Cara berdakwah Wali Songo Pertama – Maulana Malik Ibrahim

10.34 Add Comment
biografi maulana malik ibrahim, karomah sunan maulana malik ibrahim, metode dakwah maulana malik ibrahim, peninggalan sunan maulana malik ibrahim, makam syekh maulana malik ibrahim, nama lain syekh maulana maghribi, sunan gresik syekh jumadil qubro, tanggal lahir sunan gresik.

Cerita islami kali ini mengisahkan tentang cara berdakwah wali songo yang pertama dan yang tertua yaitu yang bernama Maulana Malik Ibrahim atau yang memiliki nama asli Syekh Maghribi. Beliau melakukan cara yang sederhana namun sangat efektif dalam merangkul masyarakat gresik untuk menerima agama islam dan ajaran islam.

Berdakwah dengan membuka warung murah
Cara berdakwah Wali Songo Pertama – Maulana Malik Ibrahim
Cara berdakwah Wali Songo Pertama – Maulana Malik Ibrahim
Pada awal sebelum mengenal islam, sebagian besar masyarakat yang ada di Gresik menganut agama hindu yang juga merupakan agama resmi dari kerjaan Majapahit. Untuk melakukan dakwahnya pada masyarakat gresik tersebut, Maulana malik ibrahim atau syekh bantal melakukan cara yang sangat sederhana, yaitu dengan membuka sebuah warung. Dengan warung tersebut, beliau menjual berbagai macam makanan dengan harga yang terjangkau atau murah. Ternyata cara yang dilakukan oleh maulana malik ibrahim sangat efektif untuk mengundang masyarakat gresik membeli barang yang mereka perlukan.

Cara Berdakwah wali songo dengan membuka pengobatan gratis


Dengan izin Alloh yang maha kuasa, yang menguasai segalanya, Tidak memerlukan waktu yang lama warung maulana malik ibrami menjadi ramai. setelah warung menjadi ramai, tahap selanjutnya beliau membuka praktik pengobatan beliau bertindak sebagai tabib (atau dokter). Dengan izin dari berbekal berbagai doa yang diambil dari Al qur an dan menggunakan berbagai macam ramuan tradisional jawa, beliau terbukti mempu menyembuhkan berbagai macam penyakit. Maulana malik ibrahim pun seolah olah telah menjelam menjadi dewa penotolong bagi masyarakat sekitarnya. Apalagi, ia tidak pernah mau dibayar. Ia melakukan pengobatan iklash karena Alloh untuk membantu dan menolong masyarakat yang memerlukan bantuannya. Selanjutnya dalam waktu yang singkat pula, kemampuannya dalam pengobatan telah dikenal seantero jawa.

Baca juga : Asal Usul Sunan Giri – Cerita Raden Paku – Syekh Maulana Ishaq

Berdakwah dengan Mengajari Bercocok Tanam

Di negeri asal maulana malik ibrahim lebih maju jika di bandingkan dengan jawa. Maka, beliau tidak hanya membantu meringankan beban orang-orang miskin, seperti penyembuhan penyakit mereka dengan ramuan tradisional dan doa yang dipanjatkan, namun beliau juga memberikan teknologi dari negerinya kepada masyarakat gersik dan sekitarnya.

Cara berdakwah Wali Songo – Mayoritas masyarakat Gresik adalah petani, maka beliau juga memikirkan cara agar pertaniain gresik menjadi subur dan makmur. Lalu, ia membuat irigasi pertanian dengan ilmu yang ia peroleh dari negerinya, sehingga gresik berubah menjadi daerah yang makmur. Ia juga mengajari masyarakat cara bercocok tanam yang baik. Selain itu, gresik karena merupakan daerah yang berdekatan dengan pantai utara, beliau juga mengajarkan bagaimana cara mendapatkan ikan yang banyak bagi para nelayan. Beliau juga mengajarkan bagaimana cara mengawetkan ikan agar tidak habis sekita langsung di makan.

Ketika maulana malik ibrahim atau syekh Maghribi memberikan pelajaran cara bertotok tanam dan mencari ikan, sekaligus ia memberikan dakwah islam sehingga masyarakat muda memeluk islam dengan suka cita.

Beliau kepada masyarakat mengatakan “Saudara-saudara, sesungguhnya yang memberi rezeki pada kalian adalah Allah yang maha kuasa, kita tidak mampu melakukan apa pun jika tanpa bantuan dari-Nya. Dia lah yang menciptakan angin, hujan, menyuburkan tanah, menumbuhkan tanaman kita, dan dia juga yang menciptakan diri kita” Masyarakat mendengarkan penjelasan beliau dengan senang, dan pada akhirnya banyak di antara mereka yang menerima ajaran islam dan memeluk islam.

Itulah cerita mengenai cara berdakwah wali songo yang pertama yaitu Maulana Malik Ibrahim. Semoga kita bisa mengambil hikmah dan pengetahuan dari cara beliau berdakwah.


Sumber Link

Kisah Sunan Kalijaga berguru pada Sunan Bonang

10.30 Add Comment

Kisah Sunan Kalijaga berguru pada Sunan Bonang

Kisah sunan kalijaga (dibaca kalijogo) kali ini menceritakan bertemunya sunan kalijaga dengan seorang ulama. Ulama inilah yang kelak menjadi gurunya, mengajari pemahaman agama yang lebih benar. yang bisa menegurnya bahwa bersedekah dengan hasil mencuri itu merupakan cara yang tidak benar.
Kisah Sunan Kalijaga berguru pada Sunan Bonang
Kisah Sunan Kalijaga berguru pada Sunan Bonang


Sunan Kalijaga Menjadi perampok yang budiman

Cerita sunan kalijaga, Setelah diusir oleh ayahnya dari kadipaten tuban seperti yang diceritakan sebelumnya, raden syahid mengembaran tanpa tujuan yang pasti. Pada akhirnya, ia menetap di hutan jatiwangi. Selamat bertahun-tahun ia menjadi perampok budiman di hutan itu. Mengapa ia disebut perampok yang budiman? karena hasil rampokannya tidak pernah dimakannya, namun diberikan kepada yang membutuhkan.
Tindakan raden syahid tidak berbeda seperti yang dilakukannya dulu, yaitu merampok lalu kemudian memberikan hasil rampasan kepada fakir miskin. Tentu saja orang yang dirampoknya adalah mereka para hartawn atau orang kaya raya yang kikir, orang yang tidak pernah menyantuni rakyat jelata, dan orang yang tidak mau membayar zakat. Di hutan, jatiwangi, ia membuat nama aslinya. Dan orang menyebutnya sebagai brandal lokajaya.

Raden Syahid bertemu Sunan Bonang

kisah sunan kalijaga – Pada suatu hari, ada seorang yang berjubah putih lewat hutan jatiwani. Raden syahid sudah mengincarnya dari kejauhan. Orang itu membawa sebatang tongkat yang gaganya berkilauan.

Lelaki berjubah putih itu tersenyum dengan wajahnya yang raman. Dengan suara lembut, ia berkata, “anak muda. perjalanan hidup manusia itu tidak menentu. Mereka kadang berada di tempat yang terang, bahkan mereka kadang berada di tempat gelap. Dengan tongkat ini, aku tidak akan tersesat bila berjalan dalam kegelapan. ”
“pasti gagang tongkat itu terbuat dari emas,” perkiraan raden syahid dalam hatinya.
Gerakan orang tua berjubah putih itu terus diawasi raden syahid. Setelah dekat, ia menghadang langkahnya sembari berkata, “orang tua, mengapa kamu memakai tungkat? tampaknya kamu tidak buta karena sepasang matamu masih dapat melihat dengan baik. dan kamu juga masih keliatan segar, serta kuat jika berjalan tanpa tongkat!”
“Tapi, saat ini masih siang, saya kira kamu tanpa tongkat ini tidak akan tersesat di hutan ini. sahut raden syahid.
Lelaki berjubah putih itu kembali tersenyum arif, ia pun berkata, “anak muda, tongkat adalah pegangan sehingga orang hidup haruslah mempunyai pegangan supaya tidak tersesat dalam menempuh perjalanan hidupnya”
Tampaknya, berbagai jawaban yang mengandung filosofi itu tidak menggugah hati raden syahid. Sebenarnya, ia mendengar dan mengakui kebenarannya, tapi perhatiannya sudah terlanjur tertumpah pada gagang tongkat lelaki berjubah putih itu. Tanpa banyak bicara lagi, ia merebut tongkat itu dari tangan lelaki berjubah putih. Akibat dari perbuatan raden syahid tersebut  maka orang berjubah putih itu jatuh tersungkur karena tongkat itu dicabut dengan paksa.
Dengan susah payah, orang itu bangun dan sepasang matanya mengluarkan air mata walaupun tidak ada suari tangis dari mulutnya. Pada saat itu, raden syahid sedang mengamati gagang tongkat yang dipegangnya. Tongkat itu ternyata bukan dari emas. hanya gaganya yang terbuat dari kuningan sehingga berkilauan seperti emas ketika tertimpa cahaya matahari.
Raden syahid heran melihat orang itu menangis. Ia segera mengulurkan kembali tongkat itu. “Jangan menangis, aku kembalikan tongkatmu, kata arden syahid.
Lelaki itu menjawab “bukan tongkat ini yang aku tangisi” sembari memperlihatkan beberapa batnag rumput di telapang tangannya ia berkata lagi “lihatlah, aku telah berbuat dosa dari kesiasiaan. rumput ini tercabut ketika aku jatuh tersungkur tadi”
“hanya beberapa lembar rumput. kau merasa bedosa? “tanya raden syahid keheranan
“Ya memang berdosa, sebab aku telah mencabutnya tanpa suatu keperluan. Tidak apa apa andaikan rumbut itu digunakan untuk makan ternak. Namun apabila rumbut ini untuk suatu kesia-siaan, maka ini merupakan suatu dosa” jawab lelaki itu
Mendengar harl itu, raden syahid agar tergetar atas jawaban yang mengandung nilai keimanan itu
Lelali itu kemudian bertanya “anak muda, sesungguhnya apa yang kamu cari di hutan ini?
“saya mengintai harta!” jawab raden syahid.
“untuk apa?”
“untuk saya berikan kepada fakir miskin dan penduduk yang menderta kelaparan”
“hmm, sungguh mulia hatimu. sayang caramu mendapatnya keliru”
“orang tua, apa maksudmua?”
“boleh aku bertanya anak muda?”
“silahkan”
“jika kamu mencuci pakaianmu yang kotor dengan air kencing, apakah tindakanmu itu benar?”
“Sungguh perbuatan bodoh,” sahut raden syahid. “hal itu hanya menambah kotor dan bau pada pakaian  itu”
Lelaki itu tersenyum, “Demikian pula amal yang kamu lakukan. Kamu bershadaqoh dengan barang yang didapat secara haram. Sebab, tindakan merampok atau mencuri, sama halnya mencici pakaian dengan air kencing.”
Mendengar perkataan orang tua itu. raden syahid tercengang
Lelaki itu masih melanjutkan perkataannya, “Allah itu adalah dzat yang baik. dia hanya menerima amal dari barang yang hahal atau baik”
Raden syahid semakin tercengang mendengar keterangan itu. Rasa malu mulai menghujam hatinya. Betapa kelirunya perbuatannya selama ini. Wajah lelaki berjubah putih itu dipandangnya sekali lagi. Wajah yang agung dan berwibawa, namun mencerminkan pribadi yang welas asih. Raden syahid mulai suka dan tertarik pada lelaki berjubah putih itu.
“Pada saat ini, banyak hal yang terkait dalam usaha mengentaskan kemiskinan dan penderitaan rakyat. Kamu tidak bisa mengubahnya hanya dengan memberi para penduduk miskisn berupa bantuan makanan dan uang. Kamu harus memperingatkan para penguasa yang zhalim agar mereka mau mengubah caranya memerintah yang sewenang-wenang. Kamu juga harus membimbing rakyat agar dapat meningkatkan taraf kehidupannya!” kata lelaki itu
Raden syahid semakin terpana. Ucapan sepertilah yang diharapkan selama ini.
“Kalau kamu tidak mau kerja keras dan hanya ingin beramal dengan cara yang mudah, maka ambillah itu. itu barang halal. Ambilah sesuakmu” kata lelaki itu sambil menunjuk sebatang pohon aren. Seketika itu, seluruh buahnya berubah menjadi emas. tentunya hal itu membuat mata raden syahid terbelalak.
Raden syahid adalah seorang pemuda sakti. Banyak pengalaman hidup yang telah dijumpainya. berbagai ilmu aneh telah dipelayarinya. Ia mengira jika orang itua mempergunakan ilmu sihir. Kalau benar, orang itu mengeluarkan ilmu sihir, ia pasti dapat mengatasinya. Setelah raden syahid mengerahkan ilmunya, buah aren tetap berubah menjadi emas. Orang itu berarti tidak mempergunakan sihir.
Raden syahid terpukau di tempatnya berdiri. ia mencoba memanjat pohon aren itu. seluruh buanya benar-benar berubah menjadi emas. Ia ingin mengambil buah anren yang telah berubah menjadi emas itu. Namun, secara mendadak, buah aren itu rontok dan berjatuhan sehingga mengenai kepalanya. ia terjerembah ke tanah, lalu roboh dan pisang.
Ketika raden syahid terbangun dari pingsanannya, maka buah arena yang rontoh itu telah berubah menjadi hijau seperti buah aren pada umumnya. Ia pun segera bangkit berdiri, lalu mencari orang berjubah putih itu. tapi orang yang darinya sudah tidak ada di tempat.
“Ia pasti orang sakti yang berilmu tinggi. Melihat caranya berpakaian, tentu ia berasal dari golongan para ulama atau mungkin seorang wali Allah. Aku harus menyusulnya untuk berguru kepadanya,” pikir dalam hati syahid.
Raden syahid pun mengejar orang itu. Segenap kemampuan dikerahkannya untuk berlari cepat. Akhirnya ia dapat melihat bayangan orang itu dari kejauhan. Orang itu tampak santai melangkahkan kakinya, tapi raden syahid tidak pernah bisa menyusulnya. Ia jatuh bangun, terseok seok, dan berlari lagi. Demikianlah setelah tenaganya terkuras habis, ia baru sampai di belakang lelaki berjuba putih itu.
Lelaki berjubah putih itu berhenti bukan karena kehadiran Raden Syahid, melainkan di depannya terbentang sungai yang cukup lebar. Tidak ada jembatan dan sungai itu tampaknya dalam. Tidak ada apapun ketika ia harus menyebrang.
“tunggu,” ucap raden syahid ketika melihat orang tua itu hendak melangkahkan kakinya lagi.
“sudilah tuan menerima saya sebagai murid,” pitanya
“menjadi muridku?” tanya orang itu sembari menoleh, lanjutnya, “mau belajar apa?”
“apa saja asal tuan menerima saya sebagai murid”, kata raden syahid
“berat. berat sekali anak muda, bersediakah kamu menerima syarat-syaratnya?” tanya lelaki itu
“saya bersedia. “jawab raden syahid
Kemudian, lelaki itu menancapkan tongkatnya di tepi sungai. Raden syahid diperintahkan menungguinya. Ia tidak boleh beranjang dari tempat itu sebelum lelaki itu kembali menemuinya. Raden syahid bersedia menerima syarat ujian itu. Selanjutnya, lelaki itu menyebrangi sungai. Sepasang mata raden syahid terbelalak heran. Sebab, lelaki itu berjalan di atas air bagaikan berjalan di daratan. Kakinya tidak basah terkena air.
Setelah lelaki itu menghilang dari pandangan raden syahid. Ia duduk bersila dan berdoa kepada Allah SWT. supaya ditidurkan seperti pada pemuda di gua kahfi ratusan tahun silam. Doanya pun dikabuilkan Allah SWT. ia dapat tertidur dalam pertapaannya selama tiga tahun. Akar dan rerumputan telah membalut dan hampir menutupi seluruh bagian besar anggota tubuhnya.
Setelah tiga tahun, lelaki berjubah puting itu datang menemui raden syahid. Tapi, raden syahid tak bisa dibangunkan. Ia baru membuka sepasang matanya setelah lelaki itu mengumandangkan adzan. Tubuh raden syahid dibersihkan dan diberi pakaian baru yang bersih, kemudian di bawah ke TUban.
Mengapa ke Tuban? Sebab lelaki berjubah putih adalah sunan bonang. Lalu, Raden syahid diberi pelajaran agama sesuai dengan tingkat para wali Allah. DI kemudian hari, raden syahid dikenal sebagai sunan kalijaya. Kalijaga berarti yang menjaga sungai. Ada yang mengartikan bahwa sunan kali jaga adalah penjaga aliran kepercayaan yang hidup pada masa itu. Kata “dijaga” maksudnya supaya aliran itu tidak membahayakan umat, melainkan diarahkan kepada ajaran islam yang benar.

Kerinduan Sunan Kalijaga terhadap sosok seorang ibu

Cerita sunan kalijaga, Setelah bertahun tahun ditinggalkan kedua anaknya, permaisuri Adipati Wilatika kehilangan gairah hidup. terlebih setelah sauah Adipati tuban untuk menangkap para perampok yang mengacau Kadipaten Tubah membuahkan hasil. Seketika itu, hati ibu raden syahid berguncang karena perampok itu mengenakan pakaian dan topeng yang dikenakan oleh Raden Syahid yang dikenakan Raden Syahid saat ditangkap para para prajurit Tuban. Rahasia yang selama ini tertutup rapat sudah terbonkar. Dari pengakuan perampok itu, maka adipati Tuban tahun bahwa raden syahid tidak bersalah.
Ibu raden syahid menangis sejadi jadinya. ia telah menyesal mengusir anak yang sangat disayanginya. Sang ibu tidak pernah tahu bahwa anak yang didambaknnya sudah kembali ke tuban. Hanya saja anaknya tidak langsung ke istana kadipaten Tuban. melainkan pergi ke tempat tinggal sunan bonang.
Untuk mengobati kerinduan terhadap sang ibu, tidak jarang raden syahid mengerahkan ilmunya yang tinggi untuk membaca al qur an dari jarah jauh. lalu suaranya dikirim ke istana Tuban. Suara raden syahid yang merdu telah menggetarkan seluruh dinding istana kadipaten. Bahkan suaranya telah mengguncangkan isi hati adipati tuban dan istrinya. Tapi raden syahid masih belum menampakkan diri.  Banyak tugas yang harus dikerjakan, di antaranya menemukan kembali adiknya.
Pada akhirnya, raden syahid pulang bersama adiknya, Dewi Rasa Wulan. Tak terkira betapa bahagia adipati Tuban dan istrinya menerima kedatangan putra dan putri yang sangat dicintainya. Raden syahid pun ditunjukkan ayahnya untuk menggantikan kedudukannya. Tetapi, ia tidak bersedia menggantikan kedudukan ayahnya sebagai adipati Tuban. Ia lebih suka menjalani kehidupan yang dipilihnya sendiri.
Walaupun sedikit kecewa, Adipati tuban agar terhibur. Karena suami dewi rasa wulan bukan orang sembarangan. Empu supa adalah seorang tumenggung Majapahit yang terkenal. Ia adalah cucu yang lahir dari keturunan Empu. Akhirnya kedudukan adipati tuban diberikan kepada cucunya sendiri yaitu putra dewi rasa wulan dan empu supa. Sementara itu raden syahid meneruskan pengembaraannya, ia berdakwah untuk menyebarkan agama islam di jawa tengah hingga jawa barat.
http://ceritaislami.net/cerita-sunan-kalijaga-berguru-pada-sunan-bonang/

Kisah Gending Sunan Bonang Mampu Menaklukan Sekelompok perampok

10.24 Add Comment
Kisah Gending Sunan Bonang Mampu Menaklukan Sekelompok perampok
Kisah Gending Sunan Bonang Mampu Menaklukan Sekelompok perampok
Cerita islami  kali ini masih seputar cerita sunan bonang, yang menceritakan gending sunan bonang mampu menaklukkan sekawanan perampok, tentunya atas izin Alloh yang maha kuasa. Simak cerita lengkpanya di bawah ini
Suatu ketika dikisahkan bahwa sunan bonang pernah mernaklukkan seorang pemimpin perampok dan anak buahnya. ia hanya mempergunakan tembang dan gending, ya geding sunan bonang bisa menaklukkan perampok. Kebondanu dan anak buahnya tidak mampu bergerak, begitu gending ditabuh. Seluruh persendian mereka seperti dilucuti dari tempatnya, sehingga mereka gagal melaksanakan niat jahatnya.
“Apapun, hentikanlah bunyi gamelan itu, kami tidak kuat!” demikian rintihan kebondanmu dan anak buahnya.
“Sebenarnya, gending yang aku bunyikan tidak berpengaruh buruk terhadap kalian, jika saja hati kalian tidak buruk dan jahat.”
“ya, kami menyerah, kami tobat! kami tidak akan melakukan perbuatna jahat lagi, tapi . . .
” kebondanmu ragu meneruskan ucapannya.
“Kenapa kebondanu? teruskan ucapanmu!” ujar sunan bonang bonang.
“Mungkinkah Tuhan mengampuni seluruh dosa kami yang sudah tak terhitung lagi, Kata kobdanu dengan ragu. Lanjutnya, “kami sudah sering merampok, membunuh, dan melakukan berbagai tindak kejahatan yang lain.”
“Pintu taubat selalu terbuka bagi siapa saja,” kata sunan binang. Ia pun berkata, “Allah adalah Tuhan yang Maha pengampun dan penerima taubat”
“Walau dosa kami setinggi gunung?” tanya bondanu,
“Ya, walau dosamu setinggi gunung dan sebanyak pasir dilaut,” Jawa sunan bonang
Akhirnya, kebondanu benar-benar bertaubat dan menjadi murid sunan bonang yang setia, begitu pun seluruh anak buahnya.
Itulah cerita mengenai gending sunan bonang yang diizinkan oleh ALloh melumpuhkan sekelompok perampok. dan membuat mereka bertaubat kembali ke jalan yang benar.

http://ceritaislami.net/kisah-gending-sunan-bonang-mampu-menaklukan-sekelompok-perampok/