Tampilkan postingan dengan label sejarah islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sejarah islam. Tampilkan semua postingan

Ka'bah itu Milik Allah

16.07 Add Comment
Rumah suci ka'bah akan dihancurkan oleh bala tentara kerajaan Habasyah.

Penjaga dan perawat Ka'bah bernama Abdul Muthalib bin Hasyim. Dia tidak berdaya menghadapi tentara Habasyah yang kuat di bawah pimpinan rajanya yang bernama Abrahah itu. Sepanjang perjalanan dari Habasyah, telah banyak yang berusaha melawan pasukan Abrahah. Akan tetapi, semuanya dapat dikalahkan dengan mudah.

Abdul Muthalib berpikir keras bagaimana menghadapi pasukan yang akan menghancurkan rumah ibadah itu. Ka'bah yang dibuat oleh Nabi Ibrahim as. dan Nabi Ismail as. itu harus diselamatkan. Bagaimana caranya?

Kabah itu Milik Allah
Kabah itu Milik Allah
Semalam tentara Habasyah di bawah pimpinan Al Aswad bin Maqshud sudah memasuki Makkah. Mereka merampas harta benda dan ternak penduduk. Unta-unta Abdul Muthalib juga di rampas sampai dua ratus ekor jumlahnya.

Abdul Muthalib berkuda bersama beberapa orang anak lelakinya. Mereka menuju perkemahan tentara Habasyah, bermaksud menemui Abrahah.

“Apa keperluanmu menghadapku?” tanya Abrahah

“Aku datang untuk menuntut pengembalian dua ratus ekor untaku yang dirampas oleh tentara tuan,” sahut Abdul Muthalib.

Abrahah keheranan mendengar jawaban itu. Ia menyangka membicarakan soal kabah yang hendak dihancurkannya, bukan soal unta yang dirampas.

“Semula aku kagum kepadamu,” kata Abrahah. “Kabarnya kau pemimpin suku Quraisy di Makkah yang sangat di hormati. Kau juga penjaga dan perawat Kabah. Seharusnya kau bicara tentang rumah ibadah agamamu yang kau jaga dan kau rawat itu ternyata kau malah bicara tentang untamu yang hilang.”

“Unta-unta itu milikku. Oleh karena itu, aku membicarakannya. Adapun kabah adalah milik Allah. Kalau pemilik kabah tidak menghendaki rumah suci itu di hancurkan, Dia sendiri yang akan menjaganya.”

“Baik ku kembalikan unta-untamu.”


Abdul Muthalib benar, Kabah itu milik Allah Swt. Maka Allah pula yang akan menjaganya. Allah Swt mengirimkan beratus ribu burung Ababil. Burung-burung itu membawa kerikil. Pasukan Abrahah hancur binasa ditimpa kerikil-kerikil itu. Mereka tidak pernah sampai ke Kabah.

Mengenal Kisah Orang-orang yang Qona'ah, Tawadhu, Syaja'ah dan Samahah

02.16 Add Comment
Mengenal Kisah Orang-orang yang Qona'ah, Tawadhu, Syaja'ah dan Samahah

Mengenal Kisah Orang-orang yang Qona'ah, Tawadlu, Syaja'ah dan Samahah - Tidak diragukan lagi bahwa orang yang paling sempurna dalam sikap Qona’ah, Tawadlu, Syaja’ah dan samahah adalah Nabi kita Muhammad SAW, kemudian diikuti oleh para sahabatnya terutama para sahabat Khulapaur-Rasyidin yaitu, Abu Bakar As-ShiddiqUmar bin Khattab, Utsman bin Affan dan Ali bin Abi Tolib.

Sahabat Abu Bakar lebih terkenal dengan kejujurannya, maka beliau bergelar Ashiddiq. Selain terkenal kejujurannya, beliau juga terkenal kedermawanannya karena beliau termasuk salah satu sahabat yang dikaruniai Allah dengan harta yang banyak. Walaupun mendapat limpahan harta, Abu Bakar tetap Tawadlu yakni rendah hati tidak menyom bongkan diri dengan kekayaannya. Dengan hartanya yang banyak, beliau banyak membebaskan budak-budak yang ditawan oleh kaum kafir Quraisy. Di samping itu beliau juga termasuk Syaja’ah atau memiliki sikap pemberani di medan perang dan berani berkata benar.

Sahabat Umar bin Khattab, lebih terkenal keberaniannya, maka beliau dijuluki Al-Faruq. Keberanian Umar bin Khattab untuk menegakkan kebenaran Agama Islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW. Dalam suatu riwayat, keberanian Umar bin Khattab tidak saja membuat gentar kaum kafir Quraisy, bahkan jin dan syaitan pun merasa ketakutan bila berpapasan dengan Umar bin Khattab. Walaupun mereka memiliki sifat pemberani, Umar bin Khattab selalu bertawadlu, rendah hati, tidak sombong, dan beliau juga dikenal dermawan yang selalu memeberikan bantuan kepada fakir miskin.

Sahabat Utsman bin Affan terkenal dengan kedermawanannya, karena di anugerahi Allah sebagai orang kaya. Utsman bin Affan adalah khalifah ke tiga setelah Abu Bakar AS-Ashiddiq dan Umar bin Khattab. Kepribadian Utsman bin Affan yang luhur lebih meningkat lagi setelah masuk islam. Kekayaan yang ia miliki dipergunakan sebagai modal perjuangan menegakkan ajaran islam. Kedermawanan Utsman bin Affan sangat dikenal dikalangan sahabat dan kaum muslimin. Ketika Rasulullah merencanakan menggali mata air untuk kepentingan umat islam di Madinah, Utsman bin Affan mengeluarkan hartanya sebesar 20.000 dirham untuk keperluan penggalian mata air tersebut.

Sahabat Ali bin Abi Thalib terkenal dengan keberaniannya. Beliau adalah Khalifah keempat. Kehidupan Ali bin Abi Thalib sangat sederhana. Walaupun dengan kesederhanaannya, beliau selalu membantu orang yang memerlukan bantuan. Suatu ketika, ada seorang pengemis datang kerumah beliau, lalu Ali bin Abi Thalib memberikan sepotong roti kepadanya, padahal sepotong roti itu, satu-satunya makanannya untuk keperluan berbuka puasa. Ali bin Abi Thalib terkenal memiliki banyak ilmu dan pengetahuan yang telah diajarkan oleh Rasulullah SAW kepadanya.

Selain memiliki sikap Qona’ah, Tawadlu, Syaja’ah, Nabi Muhammad dan para sahabat beliau yang setia telah menunjukkan sikap Samahah, yakni sikap toleransi.

Seperti yang telah diuraikan sebelumnya, bahwa Nabi Muhammad SAW dan para Sahabatnya telah memberikan contoh suri tauladan yang baik dalam hal toleransi, dengan membiarkan dan menghormati sebagian penduduk Madinah yang tetap memeluk Agama Yhudi. Mereka tidak dipaksakan untuk memeluk Agama Islam selama mereka tidak mengganggu Nabi dan pengikut beliau yang beragama Islam. Bahkan Nabi Muhammad dan para Sahabat serta kaum mu’min memeberikan perlindungan kepada orang-orang Yahudi yang berada di Madinah.

Ternyata dengan sikap toleransi yang di dasari oleh sikap lemah lembut, bermurah hati, dan selalu memaafkan kesalahan, dapat memeberikan kesadaran kepada mereka yang sebelumnya sangat memusuhi Nabi dan Agama Islam. Banyak dari mereka yang melihat sifat Nabi yang lemah lembut, akhirnya dengan kesadaran, mereka pun bersedia mengakui kebenaran agama islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad. Maka dengan kesadaran itu, mereka mengucapkan 2 kalimah syahadat, mereka pun memeluk agama islam. Sehingga agama islam dapat menyebar ke seluruh penjuru dunia.

Foto-Foto Ruang Dalam Ka’bah

16.52 Add Comment
Foto-Foto Ruang Dalam Ka’bah
Mengenal Fisik Ka’bah:

Bagian Luar

Bentuk Ka’bah kira-kira segi empat, dibangun dengan batu biru yang keras. Tingginya sampai 15 m. Panjang sisi tempat pancuran air mizab dan sisi depannya adalah 10,1 m. Panjang sisi tempat pintu Ka’bah dan belakangnya adalah 12 m. Pintu Ka’bah setinggi 2 m dari lantai, naik dengan menggunakan tangga seperti tangga mimbar. Saat ini, tangganya terbuat dari kayu berlapis perak yang dihadiahkan oleh salah seorang pengusaha India ke Ka’bah. Tangga tersebut tidak diletakkan di dekat Ka’bah kecuali jika pintu itu akan dibuka untuk kunjungan dalam momen-momen tertentu.Tidak lebih dari 15 kali setahun.
Mengenal Ka’bah
Mengenal Ka’bah



















Di sudut sebelah kiri pintu Ka’bah, terdapat Hajar Aswad. Tingginya 1,5 m dari atas lantai thawaf. Orang Arab menyebut sudut (rukun) Ka’bah sesuai arah kemana rukun itu menghadap. Yang menghadap ke Utara dinamai rukun Irak. Yang menghadap ke Barat dinamai rukun Syam. Ke Selatan rukun Yamani. Dan yang ke Timur dinamai rukun Hajar Aswad karena Hajar Aswad berada di sudut tersebut.

Hajar Aswad adalah sebuah batu mengkilat berbentuk oval tidak beraturan. Warnanya hitam kemerah-merahan. Di batu itu terdapat warna merah dengan garis-garis kuning bekas penempelan potongan-potongan Hajar Aswad yang pecah. Diameternya kurang lebih 30 cm. dan dikelilingi dengan bingkai perak setebal 10 cm.

Pancuran yang muncul dari atas atap di bagian tengah dinding rukun utara dan rukun barat adalah mizab rahmah. Mizab ini dibuat oleh al-Hajjaj bin Yusuf dengan tujuan agar air tidak tergenang di atap Ka’bah. Pada tahun 959 H, Sultan Sulaiman al-Utsmani mengganti ujungnya dengan bahan perak. Kemudian pada tahun 1021 H, Sultan Ahmad al-Utsmani mengganti ujungnya dengan perak berukir yang ditulis dengan tinta biru berselang-seling emas. Pada tahun 1273 H, Sultan Abdul Majid al-Utsmani mengirim pancuran air yang seluruhnya terbuat dari emas. Mizab atau pancuran air itulah yang ada sampai sekarang ini.

Di depan mizab terdapat al-hatim. Yaitu bangunan melengkung setengah lingkaran yang kedua ujungnya berada di rukun utara dan barat dengan jarak 2,3 m. Tingginya 1 m dan tebalnya 1,5 m. Bagian ini dibeton dengan batu pualam berukir. Dan di sepanjang bagian atas terdapat tulisan yang dipahat. Jarak dari tengah dinding bagian dalam ke dinding Ka’bah 8,44 m. Ruang yang ada di antara keduanya disebut Hijir Ismail. Tiga meter dari ruang ini, pada masa Nabi Ibrahim ‘alaihissalam termasuk bangunan Ka’bah. Ada yang menyatakan bahwa Hajar dan Ismail dimakamkan di tempat ini.

Bagian Dalam

Mengenal Ka’bah
Gambar 1
























Gambar 1: Salah satu rukun atau sisi Ka’bah al-Musyarrfah. Tampak di bagian atas bagian kain kiswah dalam yang khusus untuk Ka’bah.
Foto-Foto Ruang Dalam Ka’bah
Gambar 2
























Gambar 2: Lemari di dalam Ka’bah. Posisi lemari ini tepat berada di depan pintu Ka’bah –jika dilihat dari bagian dalam. Di atasnya biasa diletakkan alat pewangi dari asap kayu gaharu yang khusus untuk mengharumi ruangan Ka’bah. Biasanya hal ini dilakukan setelah prosesi pencucian Ka’bah. Di dalam lemari ini juga tersimpan semacam kapur pewangi yang beraroma mawar untuk membaluri dinding Ka’bah agar tetap wangi. Hal itu juga dilakukan setelah dinding-dinding Ka’bah dicuci dengan air zam-zam yang dicampuri dengan air mawar.
Foto-Foto Ruang Dalam Ka’bah
Gambar 3

























Gambar 3: Ini adalah tempat shalat Rasulullah ﷺ ketika beliau memasuki Ka’bah yang mulia. Raja-raja, gubernur-gubernur Mekah al-Mukaramah, atau tamu kerajaan selalu shalat di tempat ini sebelum memulai prosesi pencucian Ka’bah yang mulia. Mungkin setelahnya bisa jadi orang-orang yang turut serta dalam prosesi pencucian Ka’bah atau masyarakat biasa ikut shalat pula di tempat ini. Kita memohon kepada Allah termasuk orang-orang yang mendapatkan keutamaan itu.
Foto-Foto Ruang Dalam Ka’bah
Gambar 4

























Gambar 4: Bagian kecil di dinging Ka’bah berupa batu tertentu. Posisinya menghadap tempat shalat Nabi ﷺ tadi. Pada batu tersebut tertulis kalimat “laa ilaaha illallaah, Muhammad rasulullah”.
Foto-Foto Ruang Dalam Ka’bah
Gambar 5

























Gambar 5: Sebuah pintu yang terdapat di dalam Ka’bah. Pintu ini bukanlah pintu utama Ka’bah. Pintu ini dinamakan pintu taubat. Di dalam pintu tersebut terdapat tangga menuju kea tap Ka’bah.
Foto-Foto Ruang Dalam Ka’bah
Gambar 6

























Gambar 6: Tiga buah tiang di dalam Ka’bah. Tiang ini terbuat dari kayu yang terbaik dan disepuh dengan emas murni. Bagian atasnya terlihat kain kiswah bagian dalam yang berwarna hijau. Tampak juga pada gambar ini lampu-lampu kecil, tempat pengasapan kayu gaharu, dan wadah-wadah. Benda-benda tersebut adalah hadiah pemberian dari para khalifah, para sultan, para amir, dan para raja sepanjang sejarah Islam untuk Ka’bah yang mulia.
Foto-Foto Ruang Dalam Ka’bah
Gambar 7

























Gambar 7: Terlihat 3 tiang lainnya yang berada di dalam Ka’bah. Tiga buah tiang yang terbuat dari kayu yang terbaik dan disepuh dengan emas murni. Tampak pada gambar pintu masuk Ka’bah atau dikenal dengan Pintu Ka’bah. Pada gambar ini juga terlihat lemari yang berada di depan Pintu Ka’bah dan di atasnya terdapat alat untuk pengasapan kayu gaharu. Yang digunakan untuk mengharumkan ruang dalam Ka’bah.

Sumber Gambar: Facebook Syaikh Muhammad bin Umar Bazmul

Daftar Pustaka:
– al-Kharbuthli, Ali Husni. 2013. Sejarah Kabah. Jakarta: Turos.

Peristiwa Kelahiran Nabi Muhammad

02.43 Add Comment
Peristiwa Kelahiran Nabi Muhammad

KELAHIRAN NABI MUHAMMAD SAW

Nabi Muhammad SAW dilahirkan di kota Mekkah, pada hari senin, tanggal 12 Robiul Awal/bulan mulud, tahun Gajah, bertepatan dengan tanggal 20 April 571 Masehi. Ayahnya Abdullah bin Abdul Muthalib telah meninggal dunia 7 bulan sebelum Nabi Muhammad dilahirkan. Ibunya bernama Aminah binti Wahab berasal dari kota Madinah.

Kakeknya Abdul Muthalib sangat gembira ketika mendengar kelahiran cucunya, kemudian beliau membawa cucunya thawaf mengelilingi ka’bah dan dibawa masuk kedalamnya, lalu diberi nama Muhammad, yang artinya terpuji.

SEBELUM KELAHIRAN NABI MUHAMMAD SAW

Sebelum kelahiran Nabi Muhammad SAW, datang pasukan bergajah dari Negeri Yaman yang dipimpin oleh Abrahah, ingin menghancurkan ka’bah, sehingga tahun kelahiran Nabi Muhammad SAW dinamakan tahun Gajah. Ketika pasukan gajah memasuki kota Mekkah, dipertengahan jalan mereka diserang oleh serombongan burung Ababil yang diutus Allah SWT, masing-masing burung membawa tiga batu, satu batu diparuhnya dan dua batu dikakinya, kemudian batu itu dijatuhkan kepasukan Abrahah, hancurlah pasukan Abrahah, selamatlah ka’bah dari kehancuan atas pertolongan Allah SWT. Nabi Muhammad SAW adalah keturunan suku Quraisy yang sangat berpengaruh dikota Mekkah bahkan diseluruh Jazirah Arab.

Nabi Muhammad SAW disusui oleh ibunya selama 3 hari lalu disusukan kepada Tsuwaibah, budak perempuan Abu Lahab yang sudah dimerdekakan, kemudian Nabi Muhammad SAW dikembalikan lagi kepada ibunya. Pada suatu hari datanglah Halimah Sa’diyah binti Abi Dzuaib isteri Harits bin Abdul Uzza (Abu Kabsyah) berasal dari bani Sa’ad kabilah Hawazin yang terletak antara kota Mekkah dan kotaThaif (60 km) sebelah timur kota Mekkah, kerumah Aminah ibunda Rasulullah SAW, ia ingin menyusukan putranya. Aminah pun menyerahkan Nabi Muhammad kepada Halimah Sa’diyah. Pada suatu hari ketika Nabi Muhammad dan anak-anak Halimah Sa’diyah sedang mengembala kambing tiba-tiba datang dua malaikat berpakaian putih memegang Nabi Muhammad, lalu membaringkan dan membelah dadanya, membuang sifat-sifat yang kotor lalu menggantikannya dengan sifat yang bersih. Setelah itu mereka meninggalkan Nabi Muhammad yang masih berbaring. Melihat peristiwa itu anak-anak Halimah Sa’diyah berlari memberi tahu ibunya. Kemudian Halimah dan suaminya datang dan menghampiri Nabi Muhammad ingin menanyakan peristiwa yang baru dialami, Nabi Muhammad menceritakan peristiwa tersebut dari awal sampai akhir.

Setelah kejadian itu, Halimah Sa’diyah dan suaminya sangat khawatir akan keselamatan Nabi Muhammad, oleh karena itu beliau dikembalikan kepada ibunya sambil menceritakan kejadian yang pernah dialaminya. Setelah mendengar cerita Halimah Sa’diyah, Aminah bertanya : apakah khawatir, lalu kalian diganggu setan? Halimah menjawab : ya ! benar, Aminah berkata lagi : tidak, demi Allah setan tidak akan mengganggunya, anakku kelak kan menjadi manusia besar. Kemudian Aminah menceritakan ketika putranya dalam kandungannya, kata Aminah : ketauhilah ketika ia masih dalam kandungan ku, aku bermimpi melihat cahaya terang keluar dari diriku, menyinari istana-istana Bushra di Negeri Syam. Demi Allah, selama aku hamil sama sekali tidak pernah merasa berat. Ketika lahir ia meletakkan tangannya ditanah, sedang kepalanya menengadah kelangit.

Setelah 5 tahun dalam asuhan Halimah Sa’diyah, dengan berat hati Nabi Muhammad dikembalikan kepangkuan ibunya. Sewaktu Nabi Muhammad berumur 6 tahun, ibunya mengajak beliau pergi ke Kota Yasrib/Madinah untuk berziarah kemakam ayahnya serta mengunjungi keluarganya yang berada dikota Madinah. Dikota Madinah ibunya memperlihatkan rumah tempat ayahnya dirawat ketika sakit sampai meninggal dunia dan memperlihatkan tempat ayahnya dimakamkan. Betapa haru hati Nabi Muhammad ketika mendengar cerita tentang ayahnya.

Nabi Muhammad bersama ibunya tinggal dikota Madinah selama 1 bulan, kemudian kembali kekota Mekkah. Dalam perjalanan pulang, didesa Abwa kira-kira 36 km (sebelah selatan kota Madinah) ibunya jatuh sakit sehingga wafat dan dikuburkan ditempat itu. Setelah ibunya dikuburkan Nabi Muhammad dibawa pulang kekota Mekkah oleh Ummu Aiman, seorang budak peninggalan ayahnya. Dalam perjalanan pulang kekota Mekkah, beliau sangat sedih, karena ditinggalkan oleh ayah dan ibunya, terasa olehnya hidup yang makin sepi dan makin sedih. Baru beberapa hari beliau mendengar cerita ibunya tentang ayahnya yang wafat ketika beliau dalam kandungan. Namun semua musibah yang menimpa dirinya dihadapi dengan penuh kesabaran. Setelah sampai dikota Mekkah. Ummu Aiman menyerahkan Nabi Muhammad kepada kakeknya Abdul Muthalib. Beliaulah yang mengasuh dan mendidik Nabi Muhammad sepeninggal ibunya. Namun baru saja berselang 2 tahun, kakeknya meninggal dunia dalam usia 80 tahun, ketika itu Nabi Muhammad berusia 8 tahun.

Sepeninggal kakeknya Nabi Muhammad diasuh oleh pamannya Abu Thalib. Ini sesuai dengan wasiat kakeknya sewaktu masih hidup. Abu Thalib adalah salah seorang paman Nabi Muhammad yang tergolong miskin dan mempunyai banyak anak. Tatkala Nabi Muhammad ada dalam asuhannya. Allah SWT memberkahinya sehingga kehidupannya berkecukupan.


Putra-Putri Nabi Muhammad SAW

Wajib bagi setiap orang islam yang mukallaf ( baligh, berakal, sampai da’wah, sehat panca indra yakni tidak tuli dan buta ), mengetahui keturunan Nabi Muhammad saw dari Ayahnya dan dari Ibunya sampai Sayyidina ‘Adnan. Adapun setelahnya tidak wajib, bahkan menurut Imam Malik makruh hukumnya.

Adapun keturunan Nabi Muhammad saw dari Ayahnya adalah Sayyidina Muhammad bin Abdullah bin Abdul Muthalib bin Hasyim bin Abdu Manaf bin Qushoy bin Kilab bin Murroh bin Ka’ab bin Luai bin Gholib bin Fihir bin Malik bin Nadhor bin Kinanah bin Khuzaimah bin Mudrikah bin Ilyas bin Mudhor bin Nizzar bin Ma’ad bin Adnan ( Sayyidina Adnan ini ada pada zaman Nabi Musa as). Adapun keturunan Nabi Muhammad saw. dari Ibunya adalah Sayyidina Muhammad bin Aminah binti Wahab bin Abdu Manaf bin Zahroh bin Kilab.

Keturunan Nabi Muhammad saw. dari Ayah dan Ibunya sampai Nabi Adam as. dan Ibu Hawa, semuanya Mu’min, ini sesuai dengan sabda Nabi Muhammad saw, yang artinya “ saya berasal dari shulbi yang suci, ke rahim yang suci semuanya “.

Adapun Putra - Putri Nabi Muhammad SAW. Menurut qaol shohih adalah :

  1. Sayyidina Qosim ( umurnya 1 tahun 5 bulan )
  2. Sayyidatuna Zainab ( putri Nabi yang paling besar )
  3. Sayyidatuna Ruqayyah ( putri Nabi yang paling cantik )
  4. Sayyidatuna Fatimah Azzahro
  5. Sayyidatuna Ummu Kultsum
  6. Sayyidina Abdullah
  7. Sayyidina Ibrohim ( umurnya 2 bulan 10 hari )
Putra dan Putri Nabi Muhammad semuanya dari Siti Khodijah, kecuali Sayyidina Ibrohim dari Siti Mariyah Al-qibthi.

Peran Pendidikan dalam Islam

14.52 Add Comment
Peran Pendidikan dalam Islam

Peran Pendidikan dalam Islam - Tugas menyampaikan dan menyiarkan agama islam ke seluruh penjuru negeri membutuhkan orang-orang yang pandai. Hal ini disadari Rasulullah. Oleh karena itu, Rasulullah sangat memperhatikan masalah pendidikan. Wahyu pertama yang diterima Rasulullah berisi kewajiban untuk belajar.

“Bacalah dengan (menyeru) nama Tuhanmu yang menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah dan Tuhanmulah yang paling Pemurah yang mengajar (manusia) dengan perantara qalam. Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.” (QS. Al-Alaq)

Rasululah memberikan pelajaran tentang persatuan, persaudaraan dan cinta kasih terhadap sesama manusia, budi pekerti yang sopan santun sesuai ajaran islam.

Sebab-sebab yang mendorong berkembangnya pendidikan pada zaman Rasulullah, yaitu :

1. Penyebaran agama islam membutuhkan orang-orang yang pandai membaca dan menulis, karena ayat-ayat Al-Qur’an harus ditulis kemudian dibaca kepada khalayak ramai.

2. Islam menyebarkan berbagai ajaran, seperti sejarah, hokum, politik, ekonomi dan social kemasyarakatan.

3. Ayat-ayat Al-Qur’an banyak menerangkan keharusan umat manusia berpikir tentang alam semesta, seperti Firman Allah dalam surat Ali Imran ayat 190 yang berbunyi : “Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal”. (QS. Ali Imran)